Rabu 10 Apr 2019 08:23 WIB

1.069 Calhaj Babel Belum Rekam Biometrik

Kendala teknis jadi penyebab calhaj belum rekam biometrik

Rep: Ali Yusuf/ Red: Agung Sasongko
Jamaah Umrah sedang menunggu antrean rekam biometrik di salah satu cabang VFS Tasheel, Blok M, Jakarta Selatan. Jumat (25/1).
Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Jamaah Umrah sedang menunggu antrean rekam biometrik di salah satu cabang VFS Tasheel, Blok M, Jakarta Selatan. Jumat (25/1).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Calon jamaah haji (Calhaj) Bangka Belitung (Babel) belum satupun yang direkam biometrik. Kendala teknis menjadi penyebab calhaj tidak melakukan rekam biometrik.

"Sampai hari ini calon jamaah haji Babel belum ada satupun rekam biometrik kita masih menunggu," kata Kabid Haji Bangka Belitung H Ruslan saat berbincang dengan Republika, Rabu (10/4).

Baca Juga

Ruslan mengatakan, Babel mendapat jatah kuota 1.069 jamaah haji. Jumlah tersebut sudah termasuk Tenaga Haji Daerah (TPHD).  Dari jumlah itu belum satupun jamaah haji melakukan rekam biometrik.

"Faktornya karena di Babel tidak ada perwakilan Tasheel," ujarnya.

Ruslan mengatakan, jamaah haji ingin melakukan rekam biometrik harus melakukannya di Palembang atau sekalian ke Jakarta. Jarak tempuh dan biaya yang mahal inilah membuat calhaj belum merekam biometrik.

"Ya nunggu kebijakan pusat yang katanya ada biometrik mobile," katanya.

Ruslan beharapa Kementeran Agama Pusat mendorong Tasheel membuka kantor perwakilannya di Babel di Kota Pangkal Pinang dan di Asrama Haji Belitung. Hal itu untuk memudahkan calhaj dan jamaah umrah di Babel melakukan rekam biometrik.

Ruslan memastikan program Kemenag pusat terkait rekam biometrik mobile belum sampai ke Babel. Untuk itu dia berharap mobile rekam biometrik itu segera sampai di Babel jauh sebelum keberangkatan jamaah haji kloter pertama dimulai.

"Katanya sudah 17 April ini mau kasih solisinya dan dalam bentuk apa kita gak tahu," katanya. 

Ruslan mengatakan, proses teknis dan administrasi penyelenggaraan ibadah haji di Babel sudah hampir selesai. Salah satu di antaranya hampir semua jamaah sudah memiliki paspor dan 85 persen sudah melunasi BPIH. Namun yang belum beproses itu terkait rekam biometrik untuk mendapatkan visa. 

"Kalau untul paspor sudah selesai semua. Tinggal nunggu biometrik aja karena sayarat keluar visa harus rekam bometrik dulu," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement