Rabu 10 Apr 2019 23:02 WIB

Persiapan Akomodasi di Arab Saudi Sudah Hampir Final

Persiapan akomodasi jamaah haji di Madinah tersisa 25 persen lagi.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis.
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Proses pengadaan layanan akomodasi jamaah haji Indonesia di Makkah sudah hampir final sementara di Madinah penyelesainnya tersisa 25 persen lagi.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Haji dan Umrah Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis, mengatakan untuk penyediaan hotel di Makkah sudah hampir selesai pengerjaannya. "Dan sekaranng tinggal proses tandatangan kontraknya," kata Sri Ilham Lubis kepada Republika.co.id, Rabu (10/4). 

Baca Juga

Sri mengatakan, selain hampir selesai proses pengadaan layanan akomodasi jamaah haji Indonesia di Makah. Proses pengadaan di Madinah juga hampir selesai.  "Untuk di Madinah sudah 75 persen," ujarnya.

Sementara itu, pembantu staf teknis urusan haji (STUH) I, Amin Handoyo, mengatakan proses ini sudah memasuki tahap kontrak di Makkah. Menurut Amin, dalam kontrak kerjasama ini, penyedia layanan termasuk akomodasi, juga harus menandatangani pakta integritas. 

 

Poin pentingnya, mereka tidak akan memberikan imbal apapun kepada Tim penyedia layanan dan staf teknis urusan haji. Pakta integritas ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan pemerintahan yang clean dan clear.

Saat ini kata Amin, total kebutuhan akomodasi di Makah mencapai 207.577 pax. Jumlah ini terdiri dari kebutuhan untuk 204.000 jemaha, 2.555 petugas kloter, dan 1.022 untuk selisih penempatan laki dan perempuan.

"Untuk pengadaan layanan akomodasi Makkah, sampai saat ini sudah 98 persen. Ada 158 hotel yang akan disewa," katanya.

Sementara untuk Madinah, lanjut Amin, proses pengadaan sudah 75 persen. Layanan akomodasi ini menggunakan sistem sewa full musim dan setengah musim. Sebanyak 50 hotel di Madinah kita sewa full musim dan tujuj hotel disewa setengah musim.

Jumlah ini lebih banyak dari 2018. Saat itu, hotel yang disewa full musim hanya 53 persen. Sebanyak 47 persen lainnya disewa secara blocking time. Tahun ini, hanya 25 persen yang masih menggunakan sistem sewa blocking time.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement