Jumat 06 Sep 2019 20:15 WIB

Pemprov Lampung Bahas Percepatan Embarkasi Haji Umrah

Saat ini Bandara Radin Inten II belum menjadi embarkasi haji penuh.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Nashih Nashrullah
Bandara Radin Inten Lampung
Foto: dok Radin Inten
Bandara Radin Inten Lampung

IHRAM.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Manajemen Bandara Radin Inten II masih membahas rencana dibukanya embarkasi umrah dan haji. 

Untuk keberangkatan umrah selepas musim haji, diharapkan Bandara Radin Inten II Branti Lampung sudah melayani penerbangan langsung ke Jeddah, Arab Saudi.  

Baca Juga

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat mengatakan, saat ini pembahasan masih berkenaan dengan kesiapan percepatan Bandara Radin Inten II menjadi embarkasi umrah terlebih dahulu sebelum menjadi status bandara embarkasi haji penuh.

“Sudah ada rapat percepatan Bandara Radin Inten II sebagai bandara embarkasi haji atau umrah,” kata Taufik Hidayat di Bandar Lampung, Jumat (6/9).

Rapat yang dihadiri Pemprov Lampung, Pengelola Bandara Radin Inten II, dan pihak agen tur dan travel atau biro perjalanan haji dan umrah di Lampung. 

Tim membahas agenda percepatan penyelenggaraan keberangkatan jamaah umrah selepas musim haji, dan juga persiapan embarkasi haji penuh.

Taufik mengatakan, persiapan percepatan menjadi bandara embarkasi umrah yakni menerapkan kenyamanan bagi jamaah haji atau umrah. 

Karena selama ini, jamaah haji atau umrah harus transit ke Jakarta (Cengkareng) dari Bandara Radin Inten II baru melanjutkan perjalanan ke Jeddah. 

“Kalau transit jelas memakan waktu lama dan biaya tambahan,” kata mantan Sekda Kab Lampung Selatan tersebut.

Persiapan yang dilakukan, ujar dia, yakni masalah penempatan petugas Imigrasi dan juga petugas Balai Karantina Pertanian. Penempatan tersebut untuk mengantisipasi dan mencegah masuk dan mewabahnya penyakit seperti H1N1 yang dibawa jamaah dari luar negeri.  

Tahap sekarang, Taufik mengatakan masih fokus persiapan percepatan bandara embarkasi umrah dibandingkan dengan embarkasi haji. Menurut dia, jamaah umrah diharapkan  tahun ini sudah dapat berangkat ibadah umrah dari Lampung langsung ke Jeddah tidak transit ke Jakarta lagi. 

Sedangkan masalah embarkasi haji penuh, lanjut dia, masih memerlukan koordinasi dari Kementerian Agama dan pihak terkait. Selain itu, fasilitas pendukung bandara masih harus ditambah dan diperbaiki sebelum diresmikan pada Oktober 2019. 

Bagian Teknis Operasi Bandara Radin Inten II Fitri Stela menyatakan,  untuk persiapan akhir tahun keberangkatan umrah, Bandara Radin Inten II tetap menerapkan komitmen di tahun ini akan melakukan rekonstruksi landasan.  

Dia berharap Pemprov Lampung dapat segera menghibahkan lahan terkait kekurangan runaway strip di Bandara Radin Inten II. Perluasan jalur itu menjadi syarat pengoperasian bandara berskala internasional.  

Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi, menjanjikan status Bandara Internasional Radin Inten II menjadi bandara embarkasi haji penuh pada 2020. Menjelang berubah status dari bandara embarkasi haji antara, bandara tersebut akan melayani jamaah ibadah umrah asal Lampung langsung ke Jeddah, Arab Saudi. 

Arinal menyatakan, Pemprov Lampung telah berkoordinasi dengan  seluruh pihak baik dari Kementerian Perhubungan RI, PT Angkasa Pura II, Kemenag, dan pihak maskapai untuk melakukan percepatan peningkatan kapasitas Bandara Internasional Radin Inten II. n Mursalin Yasland

 

  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement