Peringatan Nabi Muhammad Saat Haji tentang Bahaya Dajal

Rabu , 17 Mar 2021, 14:40 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Peringatan Nabi Muhammad Saat Haji tentang Bahaya Dajal. Foto: Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)
Peringatan Nabi Muhammad Saat Haji tentang Bahaya Dajal. Foto: Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Nabi Muhammad mengingatkan umat Islam dari bahaya Dajjal. Nabi bersabda Allah tidak mengutus seorang nabi pun kecuali untuk mengingatkan umatnya.

 

Terkait

"Sesungguhnya Dajjal akan muncul di antara kalian, ciri-cirinya tidaklah asing bagi kalian. Namun jelas bahwa Tuhan kalian adalah tidak samad bagi kalian. Nabi mengulanginya tiga kali. Sesungguhnya Tuhan kalian tidak buta sebelah, sedangkan Dajjal buta mata kanannya seakan-akan matanya adalah buah anggur yang keluar bijinya. (HR. Bukhari).

Baca Juga

Abu Thalah Muhammad Yunus Abdussatar dalam kitabnya 'Kaifa Tastafidu min al-Haramain asy-Syarifain Ayyuha az-Zair wa al-Muqim' menuturkan sementara sekarang ini kita melihat perpecahan mencabik-cabik umat kita, dan fitnah tertancap di dada mereka.

"Sebaliknya, kita juga melihat agenda dan proyek orang-orang sekuler telah diumumkan kelemahan dan kebangkrutannya," katanya.

Karena itu kata Abu Thalhah tak ada lagi jalan untuk menyatukan umat, kecuali kembali dan berpegang teguh seteguhnya kepada agama yang jelas. Karena berpegang teguh kepada agam Islam terbukti dahulu berhasil membentangi dan melindungi  dari keterpecahan.

Abu Thalah memastikan, bahwa haji merupakan momentum yang tepat untuk mengawali perbaikan atas perpecahan. Karena pada saat itu hati dan jasad jutaan manusia dari berbagai negara, bahasa, agama, suku, kebudayaan, umur kondisi, ekonomi dan sosial yang berbeda-beda.

"Umat berkumpul untuk maksud yang sama," katanya.

Wahai jamaah haji, kata Abu Thalhah. Titik masuk sejati untuk semua itu telah Anda miliki, karena anda mampu terbebas dari kontaminasi jahiliyah dengan cara memperkuat kecintaan kepada Allah yakni mencintai orang yang mencintai-Nya dan membenci orang yang membenci-Nya kemudian cinta ini anda perlihatkan dan disebarluaskan di tengah-tengah jamaah haji dan mengajak mereka melakukan seperti yang anda lakukan. Kemudian Anda pertahankan sikap demikian dengan cara mencintai dan menolong orang mukmin sebagaimana mencintai dan menolong diri anda sendiri dan sebaliknya tidak berhubungan dengan selain mereka melebihi batas keperluan.

"Kalau Anda dapat melaksanakan hal ini berarti anda sungguh telah diberi petunjuk jalan yang lurus, dan telah melakukan langkah yang tepat demi kesatuan dan persatuan umat," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini