Mimpi Tahallul Rasulullah Menjadi Syariat Manasik Haji

Jumat , 09 Jul 2021, 23:55 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Mimpi Tahallul Rasulullah Menjadi Syariat Manasik Haji. Foto:  Jamaah haji antre untuk mencukur rambut (tahalul) usai melempar jumrah di Jamarat setelah sebelumnya bermalam dan singgah di Muzdalifah dan Mina usai melaksanakan wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Ahad (11/8)
Mimpi Tahallul Rasulullah Menjadi Syariat Manasik Haji. Foto: Jamaah haji antre untuk mencukur rambut (tahalul) usai melempar jumrah di Jamarat setelah sebelumnya bermalam dan singgah di Muzdalifah dan Mina usai melaksanakan wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Ahad (11/8)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Mencukur rambut (tahallul) merupakan bagian dari rangkaian manasik haji. Hal ini biasanya dilakukan setelah semua rangkaian manasik haji selesai. 

 

Terkait

Gus Arifin menerangkan tentang mencukur rambut. Menurutnya mencukur gundul rambut kepala disebut halq. Sedangkan bila mencukur hanya sebagian rambut kepala disebut taqshir.

Baca Juga

"Di dalam Alquran ada dua ayat yang menyebutkan mengenai halq ini yaitu di dalam surat Al-Baqarah ayat 196 dan surat al-Fath ayat 27," kata Gus Arifin dalam bukunya Ensiklopedi Haji dan Umrah.

Surah Al-Fath ayat 27 yang artinya:

"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya Muhammad tentang kebenaran mimpi dengan sebenarnya; Bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram Insya Allah dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan mencukur sebagiannya, sedangkan kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat."

Gus Arifin menerangkan ayat ini sebenarnya turun sebelum terlaksananya ibadah haji di zaman Rasulullah SAW (6 H). Sebelumnya Rasulullah SAW pernah bermimpi melaksanakan ibadah haji. 

Di dalam mimpi itu tergambar beliau dengan para sahabat sedang melakukan ibadah haji, sebagian dari mereka menggunduli rambut kepala dan sebagian lagi mencukur sebagian rambutnya. Digambarkan dalam mimpi itu beliau dan para sahabat melaksanakan haji dengan suasana yang tidak ada lagi ketakutan.

"Padahal sebelumnya, yaitu sebelum kota Makkah dibebaskan, beliau dan para sahabat merasa terancam keselamatannya bila melaksanakan ibadah haji karena, kota Makkah masih dikuasai oleh kaum kafir," katanya.

Baru setelah kota Makkah dibebaskan (8 Hijriyah), Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada dan mencukur gundul rambut kepala beliau, sedang sebagian sahabat tidak menggunduli tapi hanya mencukur sebagiannya saja. Persis seperti apa yang beliau saksikan dalam mimpi.

"Inilah sebagian dari mukjizat Rasulullah SAW," katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini