Senin 12 Jul 2021 09:52 WIB

Erdogan Kenang Korban Genosida Srebrenica

Presiden Turki Erdogan kenang korban genosida Srebrenica dalam peringatan ke-26

Pawai perdamaian memperingati 26 tahun tragedi genosida di Srebrenica Bosnia.
Foto: Anadolu agency
Pawai perdamaian memperingati 26 tahun tragedi genosida di Srebrenica Bosnia.

IHRAM.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu memperingati 26 tahun genosida Srebrenica, menyuarakan kesedihan dan simpatinya kepada para korban.

Dalam pesan video pada upacara peringatan untuk menandai ulang tahun pembantaian di Bosnia, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan terus mendukung Bosnia dan Herzegovina dan Bosnia.

Turki tidak akan pernah membiarkan genosida, yang merupakan noktah hitam dalam sejarah Eropa dan kemanusiaan dilupakan, tambah dia.

“Luka yang dibuka Srebrenica di hati kami masih berdarah meski 26 tahun telah berlalu,” kata Erdogan seperti dilansir Anadolu Agency.

 

Lebih dari 8.000 Muslim Bosnia terbunuh ketika pasukan Serbia Bosnia menyerang Srebrenica pada Juli 1995, meskipun ada pasukan penjaga perdamaian Belanda.

Dewan Keamanan PBB menyatakan Srebrenica sebagai “daerah aman” pada musim semi 1993. 

Namun pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Mladic menyerbu zona PBB. 

Jenderal Mladic kemudian dinyatakan bersalah atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.

Mengingat keputusan pengadilan tentang penjahat perang, Erdogan mengatakan meskipun keputusan itu tidak dapat meringankan penderitaan "tragedi di jantung Eropa", itu dapat membantu mencegah genosida lainnya.

photo
 
Keterangan foto: Kerabat korban tragedi Srebrenica menangis di Makam Monumen Potocari saat peringatan 24 tahun tragedi Srebrenica di Bosnia Herzegovina. (Anadolu Agency)

Erdogan menggaris bawahi pentingnya perdamaian di Bosnia dan Herzegovina, yang memiliki kepercayaan, budaya, dan etnis yang berbeda, seraya mengatakan stabilitasnya diperlukan untuk seluruh Eropa, khususnya Balkan.

Presiden Turki meminta tokoh-tokoh politik untuk menentang kebencian, kekerasan dan diskriminasi, dan bersatu kembali berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sama. 

“Membuat perdamaian permanen di tanah ini [Bosnia dan Herzegovina] adalah tugas kita bersama,” kata dia.

Erdogan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban genosida, dan berharap rahmat Allah atas para korban meninggal. 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement