Covid-19 Tinggi Diduga Alasan Arab Saudi Larang Indonesia

Senin , 30 Aug 2021, 19:42 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Arab Saudi masih melarang Indonesia masuk sebagai jamaah umroh. Ilustrasi umroh pandemi
Arab Saudi masih melarang Indonesia masuk sebagai jamaah umroh. Ilustrasi umroh pandemi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengatakan, cukup alasan Arab Saudi melarang warga negara Indonesia masuk negaranya. 

 

Terkait

Alasannya karena saat pada saat itu Indonesia sedang terjadi puncak konfirmasi Covid-19 dengan angka kematian tinggi. 

Baca Juga

"Memang Indonesia disuspend(dilarang) karena dalam keadaan tidak baik di saat kita mengalami puncak pandemi," kata Budi Sylvana saat menjadi pembicara Webinar AMPHURI dengan Tema Bersiap Agar Indonesia Boleh Umrah Lagi, belum lama ini. 

Akan tetapi kata Budi, jika melihat data saat ini, di mana kasus Covid-19 menurun tajam, maka tidak ada lagi masyarakat internasional takut mengunjungi Indonesia. Untuk itu sangat penting penurunan kasus Covid-19 dipertahankan. 

"Sekarang kemungkinan orang tidak terlalu takut dengan Indonesia. Seperti India saat itu," katanya. 

Mantan kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan ini mengatakan, kasus konfirmasi positif Covid-19 terus mengalami penurunan. 

Kasus konfirmasi positif Covid-19 pada (26/8) di angka 16 ribu berbeda dengan kasus pada dua bulan ke belakang yang masih tinggi sekitar 50 ribu.  

"Data ini jauh dengan angka pada Juli kemarin, angkanya sekitar 50 ribuan artinya cukup signifikan penurunan kasus Covid-19 yang ada di Indonesia," katanya. 

Menurutnya, jika angka-angka ini dimiliki semua pihak, yang ingin melakukan lobi atau bargaining dengan pihak Arab Saudi, maka data ini cukup menjanjikan. Data ini bisa meyakinkan Arab Saudi mencabut larangan Indonesia masuk Arab Saudi. 

"Agar meyakinkan pihak Arab Saudi bahwa di Indonesia sebenarnya kasus Covid-19 relatif bisa dikendalikan," katanya.

Pada Sabtu (28/8), Satgas mencatat sebanyak 591 kasus meninggal akibat Covid-19 dan menjadikan total kasus meninggal selama pandemi di Indonesia mencapai 131.372 orang. Sedangkan pada Jumat (27/8) kemarin, kasus meninggal tercatat sebanyak 599 orang dan pada Kamis (26/8) sebanyak 889 kasus. 

Sementara itu pada kasus positif harian, Satgas melaporkan penambahan kasus sebanyak 10.050, dengan total kasus konfirmasi telah mencapai 4.066.404. Angka penambahan kasus harian ini juga tercatat terus mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir ini. 

Sebanyak 181.674 spesimen dan 104.314 orang telah diperiksa pada hari ini. Dan angka positivity rate orang harian juga terus menurun menjadi sebesar 9,63 persen. Untuk kasus aktif, Satgas mencatat penurunan jumlah yang sebesar 9.135. Sehingga masih terdapat 227.182 kasus aktif yang masih dalam perawatan. 

Pada kasus kesembuhan juga tercatat penambahan sebesar 18.594 orang dan menjadikan total kasus kesembuhan telah mencapai 3.707.850. 

Terkait data vaksinasi harian, sebanyak 786.703 masyarakat telah menerima suntikan vaksin dosis pertama dan 581.618 orang telah selesai menerima dua suntikan vaksin. Pemerintah menargetkan sebanyak 208.265.720 masyarakat yang akan menerima vaksinasi Covid-19.   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini