Senin 30 Aug 2021 22:00 WIB

Seleksi Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab Dikebut

Kemenag membuka pintu bagi masyarakat yang tertarik untuk menjadi imam masjid di UEA.

Gedung Kementerian Agama
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Gedung Kementerian Agama

IHRAM.CO.ID, JAKARTA --  Seleksi imam masjid untuk Uni Emirat Arab dengan target menjaring 100 calon imam masjid dikebut. Harapannya, proses seleksi selesai sebelum Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke negara tersebut pada November 2021.

"Terkait seleksi imam masjid untuk Uni Emirat Arab, perlu kami laporkan bahwa pengiriman imam masjid ke Uni Emirat Arab merupakan bagian strategis dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Uni Emirat Arab," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI yang dipantau secara virtual di Jakarta, Senin (30/8).

Baca Juga

Gus Yaqut mengakui bahwa seleksi imam masjid untuk UEA berjalan lambat, sebab ada sejumlah syarat yang dianggap berat dan ketat. Syarat yang mesti dipenuhi para calon imam masjid itu yakni harus hafal Al Quran, bisa berbahasa Arab, dan qari.Hingga hari ini, kata dia, baru terjaring 33 imam atau masih jauh dari target yang diminta Pemerintah UEA yakni 200 imam masjid hingga 2022.

"Mencari perpaduan tiga hal ini (hafal Al Quran, fasih berbahasa Arab, dan qari, red.) sangat sulit, tapi kita terus berusaha. Tahun ini mereka (UEA, red.) meminta 100, tahun depan 100. Itu yang kami kejar supaya sebelum kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab bisa terpenuhi," kata dia.

Kemenag membuka pintu bagi masyarakat yang tertarik untuk menjadi imam masjid di UEA, asalkan memenuhi persyaratan."Oleh karena itu, tentu dorongan dan bantuan dari bapak ibu sekalian, siapa tahu ada di antara saudara, tetangga, atau siapa kita ini yang memenuhi ketiga kriteria itu bisa kita dorong," kata Yaqut.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement