Tinggalkan Rakyat Afghanistan, Asharf Ghani Minta Maaf

Kamis , 09 Sep 2021, 14:35 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Agung Sasongko
 (FILE) - Presiden Afghanistan  Ashraf Ghani berbicara selama perayaan untuk menandai Tahun Baru Persia Nowruz di istana kepresidenan di Kabul, Afghanistan, 21 Maret 2021 (diterbitkan kembali 18 Agustus 2021). Pemerintah UEA pada 18 Agustus 2021 mengatakan presiden Afghanistan Ghani berada di Abu Dhabi Ghani meninggalkan Afghanistan pada 15 Agustus, ketika gerilyawan Taliban telah mencapai pinggiran Kabul.
(FILE) - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara selama perayaan untuk menandai Tahun Baru Persia Nowruz di istana kepresidenan di Kabul, Afghanistan, 21 Maret 2021 (diterbitkan kembali 18 Agustus 2021). Pemerintah UEA pada 18 Agustus 2021 mengatakan presiden Afghanistan Ghani berada di Abu Dhabi Ghani meninggalkan Afghanistan pada 15 Agustus, ketika gerilyawan Taliban telah mencapai pinggiran Kabul.

IHRAM.CO.ID, KABUL -- Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyesali dirinya tidak bisa mengakhiri konflik dengan cara yang berbeda. Menurutnya, meninggalkan Kabul adalah keputusan tersulit dalam hidupnya.

 

Terkait

Ghani mengklaim kepergiannya untuk menghindari risiko pertempuran yang semakin parah. Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Ghani menegaskan tujuan dia meninggalkan Afghanistan hanya untuk menyelamatkan Kabul dan enam juta warganya.

Baca Juga

“Saya pergi atas desakan keamanan istana yang menasihati saya. Saya tidak pernah berniat meninggalkan rakyat saya,” kata Ghani, dilansir Daily Sabah, Kamis (9/9).

Pernyataan Ghani pada Rabu berusaha untuk menolak tuduhan korupsi dan menyangkal klaim pemimpin Afghanistan melarikan diri dengan membawa uang jutaan dolar. Ghani menyebut tuduhan itu sepenuhnya salah.

“Korupsi adalah wabah yang melumpuhkan negara kita selama beberapa dekade dan memerangi korupsi telah menjadi fokus utama dari upaya saya sebagai presiden. Saya telah mengumumkan secara terbuka semua aset saya,” ujar dia.