Kamis 30 Sep 2021 11:38 WIB

Warga Surabaya Diminta tidak Euforia dengan Kelonggaran

Masih ada warga yang dirawat karena terinfeksi Covid-19.

Warga Surabaya Diminta tidak Euforia dengan Kelonggaran. Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang anak di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/9/2021). Vaksinasi COVID-19 yang diinisiasi Koarmada II dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional tersebut menyiapkan 30.000 dosis vaksin COVID-19 setiap harinya dan berlangsung selama dua hari.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Warga Surabaya Diminta tidak Euforia dengan Kelonggaran. Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang anak di Lapangan Thor, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/9/2021). Vaksinasi COVID-19 yang diinisiasi Koarmada II dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional tersebut menyiapkan 30.000 dosis vaksin COVID-19 setiap harinya dan berlangsung selama dua hari.

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Warga Kota Surabaya diminta tidak euforia atau perasaan gembira yang berlebihan dengan adanya berbagai kelonggaran. Covid-19 masih ada meskipun kasusnya saat ini menurun sedikit demi sedikit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengingatkan sampai sekarang masih ada warga Surabaya yang dirawat di rumah sakit karena terpapar Covid-19. "Artinya Covid-19 itu masih ada, bukan berarti sudah hilang, jadi harus tetap jaga protokol kesehatan," kata Feny, Kamis (30/9).

Baca Juga

Saat ini, warga yang kena Covid-19 dan dirawat di rumah sakit adalah warga yang belum divaksinasi. Dia meminta kepala puskesmas dan para camat serta lurah untuk mencari orang-orang yang belum divaksinasi karena sangat rentan tertular.

"Jadi, bagi warga Surabaya yang belum divaksinasi, ayo, segera divaksinasi, kita banyak menyediakan tempat vaksinasi untuk warga, supaya kekebalan kelompok di Surabaya bisa segera tercapai," ujarnya.

Feny juga menjelaskan mulai mengkhawatirkan penerapan prokes di ruang publik, seperti tempat kuliner dan juga bioskop. Ia mempersilakan warga makan di restoran atau tempat makan lainnya, tapi setelah makan langsung memakai masker, jangan sampai lupa pakai masker lalu ngobrol dengan teman-temannya.

"Silakan juga nonton bioskop tapi jangan sampai makan di dalam dan pengelola bioskop harus menyediakan HEPA filter, sekali lagi tolong jaga prokesnya, jangan sampai Surabaya kena gelombang ketiga," katanya. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement