CAIR: Separuh Pelajar Muslim AS Jadi Korban Diskriminasi

Rabu , 03 Nov 2021, 13:40 WIB Reporter :Dea Alvi Soraya/ Redaktur : Agung Sasongko
Pelajar Amerika yang belajar di Akademi Al Falah mengenalkan kehidupan muslim di berbagai negara.
Pelajar Amerika yang belajar di Akademi Al Falah mengenalkan kehidupan muslim di berbagai negara.

IHRAM.CO.ID, CALIFORNIA — Lebih dari separuh siswa Muslim di California yang disurvei mengaku merasa tak aman di sekolah dan kerap mendapatkan intimidasi karena identitasnya sebagai Muslim. Demikian laporan yang dirilis Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang California.

 

Terkait

Laporan tersebut juga mendokumentasikan kasus intimidasi dan diskriminasi yang dialami siswa Muslim di California, dan menjadi kasus dengan presentase tertinggi sejak 2013. 

Baca Juga

"Anak-anak yang disurvei ada di sini. Mereka bersekolah bersama anak-anak Anda dan anak-anak saya," kata Tazheen Nizam, associate executive director CAIR San Diego, yang berpartisipasi dalam survei tersebut. 

"Ini bukan hanya Islamofobia. Ini adalah segala bentuk diskriminasi rasial atas perbedaan."

Siswa Muslim terus menghadapi intimidasi Islamofobia tingkat tinggi di sekolah, kata CEO CAIR California Hussam Ayloush. “Ini sangat mengkhawatirkan bahwa hampir satu dari tiga responden perempuan (30,12%) yang mengenakan jilbab, melaporkan bahwa jilbab mereka ditarik, atau disentuh secara kasar,” sambungnya.