Mesir Habiskan Rp5,6 Triliun Demi Dapatkan Vaksin Covid-19

Jumat , 05 Nov 2021, 21:55 WIB Reporter :Rizky Jaramaya / Redaktur : Nashih Nashrullah
Mesir berupaya vaksinasikan 80 juta dosis berbagai vaksin. Vaksin Covid-19 (ilustrasi)
Mesir berupaya vaksinasikan 80 juta dosis berbagai vaksin. Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, KAIRO— Pemerintah Mesir telah berusaha untuk mendiversifikasi pengadaan vaksin virus corona untuk mencapai tujuannya memvaksinasi penuh 40 juta warganya atau lebih pada akhir tahun.

 

Terkait

Penasihat Presiden Mesir, Mohamed Awad Tag El-Din, mengatakan mengatakan negara itu telah memberikan lebih dari 35 juta dosis kepada 25 juta orang sejak peluncuran kampanye vaksinasi awal tahun ini. 

Baca Juga

Mesir berupaya memberikan sekitar 80 juta dosis berbagai vaksin, termasuk vaksin Johnson & Johnson dosis tunggal yang saat ini diberikan kepada mereka yang berencana bepergian ke luar negeri. 

"Ini untuk memvaksinasi 40 juta orang secara penuh pada akhir tahun," kata Tag El Din dilansir dari Ahram pada Jumat (5/11). 

Mesir telah menerima lebih dari 60 juta dosis vaksin Sinopharm, Sinovac, AstraZeneca, Sputnik V, Johnson & Johnson, dan Pfizer, yang sebagian besar disumbangkan ke negara itu melalui inisiatif Vaccines Global Access (COVAX). 

Pada Sabtu (30/10), Mesir menerima 3,6 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech, yang disumbangkan dari Amerika Serikat melalui inisiatif COVAX.  

“Kalau bukan karena diversifikasi pengadaan vaksin virus corona, kita tidak akan pernah mencapai angka vaksinasi ini,” ujar Tag El Din. 

Mesir hanya membeli 1,5 juta dosis melalui kontrak yang ditandatangani dengan perusahaan farmasi internasional. 

Tag El-Din mengatakan negara itu juga berupaya mencapai lebih banyak kesepakatan dengan lebih banyak pembuat obat internasional untuk meningkatkan produksi lokal vaksin virus corona.  

Berdasarkan perjanjian dengan perusahaan biofarmasi China Sinovac, Perusahaan Induk Mesir untuk Produk dan Vaksin Biologis (VACSERA) akan memproduksi 40 juta dosis vaksin China setiap tahun, dengan angka yang dijadwalkan meningkat menjadi 250 juta dosis pada 2023. 

Mulai 1 Desember, Mesir memutuskan warga yang tidak divaksinasi tidak akan diizinkan memasuki gedung pemerintah mana pun. 

Selain itu, karyawan yang belum divaksinasi tidak akan diizinkan memasuki tempat kerja setelah 15 November tanpa tes PCR negatif setiap pekan. 

Staf dan mahasiswa juga telah diamanatkan untuk menerima vaksinasi agar bisa memasuki kampus pada tahun ajaran baru yang dimulai pada 9 Oktober.  

Mesir, yang sedang melalui puncak gelombang keempat pandemi, telah mencatat total 330.084 infeksi, termasuk 18.592 kematian dan 277.623 pemulihan.    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini