Agar Mencapai Potensi Wakaf

Rabu , 17 Nov 2021, 21:21 WIB Reporter : Fuji Eka Permana, Lida Puspaningtyas, Kiki Sakinah/ Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Wakaf Uang
Ilustrasi Wakaf Uang

Belum lama ini, Badan Wakaf Indonesia (BWI) membangun lima agenda besar yang bertujuan untuk meningkatan perwakafan di Indonesia. Wakil Ketua Badan Pelaksana BWI, Imam Teguh Saptono menyampaikan lima agenda tersebut dalam rangka menjawab tuntutan utama masyarakat terhadap sektor perwakafan.

 

Terkait

"Pertama adalah membangun kepercayaan publik dalam hal ini khususnya terkait dengan reporting system para pelaku wakaf," katanya dalam Webinar Nasional Wakaf, Jumat (7/5).

Kedua adalah terkait profesionalisme dari nazir sehingga akan dilakukan sertifikasi dan peningkatan kapasitasnya. Imam mengatakan BWI sedang membahasnya dengan Kementerian Agama untuk bisa segera meluncurkan sertifikasi nazir.

Ia berharap program tersebut bisa dilaksanakan mulai tahun ini dan diterapkan kepada seluruh nazir di Indonesia. Ketiga terkait dengan sosialisasi dan edukasi publik dengan cara mengadakan berbagai acara literasi.

Keempat, melakukan harmonisasi aturan khususnya terkait digitalisasi. Imam mengatakan digitalisasi ini berdampak pada sejumlah aturan yang harus diperbarui. "Karena kita sama-sama sadar bahwa undang-undang wakaf ini dibuat tahun 2004 pada saat itu transaksi digital belum terlalu canggih, sehingga perlu adanya perubahan terkait ini," katanya.

Kelima adalah terkait kemudahan dan kepraktisan wakaf termasuk didalamnya inovasi produk. Saat ini sudah ada inovasi yang terkait sisi komersial dari waqaf. BWI menilai transformasi digital perlu dilakukan dalam konteks mempermudah transaksi.

Untuk menopang hal ini, BWI telah melakukan transformasi digital untuk meningkatkan realisasi penerimaan wakaf nasional. BWI juga membangun ekosistem wakaf digital dengan membuat superapps yang memiliki empat wajah.

"Empat wajah utama yaitu wajah untuk melakukan transaksi, kemudian untuk melakukan pelaporan dan monitoring lengkap oleh nazir dan BWI sebagai regulasi, kemudian wajah koordinasi dengan para regulator lain seperti Kementerian Keuangan, BI dan seterusnya, dan terakhir adalah wajah yang terkoneksi dengan para pelaku sistem pembayaran," katanya. 

Imam mengatakan Indonesia bisa mendapatkan momentum karena sudah dinobatkan sebagai negara dengan tingkat kedemawanan tertinggi.  Indonesia juga memiliki anak muda yang memperdulikan agama.