Sabtu 20 Nov 2021 00:19 WIB

IHLC: Wisata Halal Bukan Menghalalkan Suatu Destinasi

Wisata halal atau halal tourism tidak berarti mengubah suatu destinasi menjadi halal.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Chairman IHLC Sapta Nirwandar
Foto: Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC)
Chairman IHLC Sapta Nirwandar

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wisata halal atau halal tourism tidak berarti mengubah suatu destinasi menjadi halal. Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, menyebut lokasi tersebut akan tetap dengan ciri khasnya, namun ditambah layanan yang membantu Muslim menunaikan kewajibannya.

"Wisata halal itu tidak pernah membuat konsepsi yang berarti menghalalkan suatu destinasi. Contoh Bali, itu tidak akan diubah jadi destinasi halal. Bali tetap Bali, dengan budaya dan pantainya," kata dia saat dihubungi Republika, Jumat (19/11).

Baca Juga

Pulau Bali akan tetap berjalan dan hidup sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakatnya. Namun, di sisi lain ditambahkan layanan yang mampu menampung kebutuhan bagi pelancong Muslim, seperti tempat untuk shalat dan tempat makan halal.

Sapta pun menyebut Bali dan Bangkok memiliki kemiripan, dimana mayoritas bukan Muslim. Namun, di Bangkok sudah tersedia beragam hotel halal yang ditujukan bagi orang-orang yang membutuhkan layanan halal.

"Jadi, ini dasarnya adalah pilihan. Halal tourism ini adalah layanan untuk pelancong Muslim, juga bagi industri wajar menyediakan karena ada kebutuhan," ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement