Menag Diharapkan Bawa Kabar Gembira untuk Jamaah Indonesia

Senin , 22 Nov 2021, 17:41 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Esthi Maharani
Jamaah Umroh melakukan tawaf selama musim pandemi Covid-19.
Jamaah Umroh melakukan tawaf selama musim pandemi Covid-19.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Penyelenggaraan Umrah dan Haji mendukung penuh kunjungan Kementerian Agama ke Arab Saudi. Saat ini tim Kementerian Agama yang dipimpin langsung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tengah melakukan kunjungan kerja dengan menemui beberapa otoritas Arab Saudi.

 

Terkait

"Terkait kunjungan kerja dari tim Kementerian Agama ke Arab Saudi terfokus kepada masalah umroh dan haji, kami sangat menyetujui sekali dan mendorong dan support 100 persen," kata Ketua Umum Sarikat Penyelenggaraan Umrah Haji Indonesia (Sapuhi),  Syam Resfiadi saat dihubungi Republika, Senin (22/11).

Baca Juga

Tak hanya Sapuhi Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji, Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) juga punya harapan besar pada kunjungan Menag kali ini. Asosiasi berharap Menag membawa kabar yang menggembirakan.

"Kita berharap ada perkembangan yang positif terkait dibukanya kembali visa umroh untuk jamaah Indonesia," kata Ketua Umum Asphurindo Lukman Nyak Neh saat dihubungi Republika.

Lukman berharap tim dari Kementerian Agama segera memberikan kabar hasil kunjungannya di Arab Saudi.

"Karena sampai dengan hari ini belum ada keterangan resmi dari Menteri Agama menyangkut hasil pertemuan beliau dengan pihak-pihak terkait di Saudi Arabia," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Indonesia dan Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi.  

"IITCF mendukung dan mendoakan langkah-langkah Menag bertemu dengan Gubernur Makkah Khalid bin Faisal agar Umroh bisa segera terlaksana bagi WNI dan juga tentunya Haji," katanya.

Pada kesempatan ini, Priyadi Abadi berharap Menteri Agama juga menyampaikan syarat-syarat teknis yang memberatkan jamaah. Misalnya kewajiban vaksin booster bagi jamaah yang divaksinasi Sinovac dan Sinopharm.

"Meminta diterimanya Vaksin Sinovac, Sinopharm diterima tanpa booster sehingga jamaah-jamaah yang tertunda dan sudah terlanjur vaksin tersebut bisa juga diberangkatkan," katanya.

Selain itu, Priyadi Abadi juga meminta kedua negara segera menyepakati aturan teknis yang tidak memberatkan jamaah maupun umroh.

"Segera disepakati teknis pemberangkatan ya.g tidak menyulitkan jamaah maupun penyelenggara," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini