Perjalanan Bersejarah PM Israel ke UEA

Senin , 13 Dec 2021, 10:15 WIB Reporter :Dwina Agustin/ Redaktur : Esthi Maharani
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett

IHRAM.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Naftali Bennett melakukan kunjungan perdana ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Ahad (12/12). Ini merupakan perjalanan bersejarah ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Ahad (12/12). Kunjungan itu menjadi yang pertama dilakukan sejak normalisasi hubungan.

 

Terkait

"Saya sangat senang berada di sini, pada kunjungan resmi pertama oleh seorang pemimpin Israel," kata Bennett.

Baca Juga

Bennett diterima oleh pengawal kehormatan dan disambut oleh Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan. Perjalanan Bennett ke Abu Dhabi akan bertemu dengan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

“Kami berharap dapat memperkuat hubungan diplomatik antar negara," ujarnya.

Perjalanan Bennett dilakukan setelah kunjungan penasihat keamanan nasional UEA, Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan ke Teheran. Dia bertemu dengan Presiden baru Iran, Ebrahim Raisi, dalam upaya untuk meredakan ketegangan.

Kunjungan tersebut adalah pertemuan besar bagi federasi Teluk Arab yang telah lama memandang Iran sebagai ancaman regional utamanya. Beberapa kunjungan politik regional lainnya, oleh menteri luar negeri Suriah dan para pemimpin Arab Saudi dan Turki, juga telah terjadi baru-baru ini, semuanya dengan tujuan negosiasi.

Israel dan UEA tahun lalu menandatangani kesepakatan normalisasi yang ditengahi oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui kesepakatan Abraham Accords. Kesepakatan itu merupakan serangkaian perjanjian diplomatik dengan negara-negara Arab yang juga termasuk Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Kedua negara telah lama berbagi kecemasan bersama atas program nuklir Iran. Kesepakatan untuk menjalin hubungan antar negara hanya meningkatkan ketegangan dengan Teheran.

Israel bukan merupakan bagian dalam pembicaraan di Wina dalam membahas kelanjutan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Tel Aviv pun telah beralih ke sekutunya untuk bekerja sama dan melobi para perunding yang berusaha mengendalikan program nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri Yair Lapid baru-baru ini mengunjungi Eropa dan Mesir dan Menteri Pertahanan Benny Gantz serta kepala Mossad David Barnea terbang ke AS untuk membahas pembicaraan dengan para pemimpin di sana. Awal tahun ini Lapid mengunjungi UEA dan meresmikan kedutaan Israel di sana.