Kamis 23 Dec 2021 15:03 WIB

Biksu India Serukan Genosida Muslim dalam Pertemuan Internal

Banyak pembicara menyerukan untuk memusnahkan minoritas yakni 200 juta muslim India

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
 Umat Muslim India
Foto: EPA-EFE/RAJAT GUPTA
Umat Muslim India

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI -- Seorang pemimpin dari beberapa kelompok sayap kanan yang memiliki hubungan dengan pemerintah Narendra Modi, menyerukan dilaksanakannya pembersihan etnis minoritas di India. Hal ini disampaikan dalam sebuah pertemuan internal yang berlangsung selama tiga hari.

Menurut media lokal dan beberapa video yang diunggah di media sosial, seruan ini utamanya menargetkan 200 juta Muslim di negara itu. Hal ini lantas memicu kemarahan yang meluas dan seruan agar mereka segera ditangkap.

Baca Juga

Konklaf pidato kebencian selama tiga hari diadakan oleh tokoh Hindutva yang kontroversial, Yati Narsinghanand, dari 17 hingga 19 Desember di kota Haridwar, India utara. Dalam acara itu, banyak pembicara menyerukan untuk memusnahkan minoritas dan menyerang ruang keagamaan mereka.

"Boikot ekonomi tidak akan berhasil. Kelompok Hindu perlu memperbarui diri. Pedang hanya terlihat bagus di atas panggung. Pertempuran melawan Muslim ini akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki senjata lebih baik," ujar pemimpin Hindutva, Narsinghanand, dikutip di TRT World, Kamis (23/12).

Pembicara lain, Sekretaris Jenderal Hindu Mahasabha (Majelis Agung Hindu) Sadhvi Annapurna, menyerukan pembunuhan massal terhadap umat Islam.

“Tidak ada yang mungkin tanpa senjata. Jika Anda ingin melenyapkan populasi mereka maka bunuh mereka. Bersiaplah untuk membunuh dan bersiaplah untuk masuk penjara. Bahkan jika 100 dari kita siap untuk membunuh 20 lakh dari mereka (Muslim), maka kita akan melakukannya. Menang, dan masuk penjara," kata dia.

Menurut situs berita The Wire, dalam pertemuan itu diperlihatkan jumlah yang luar biasa dari ujaran kebencian, mobilisasi kekerasan dan sentimen anti-Muslim.

Politisi BJP Ashwini Upadhyay dan Udita Tyagi disebut ikut berpartisipasi dalam acara itu. Kehadiran mereka seolah memberi acara tersebut dorongan politik dari partai yang berkuasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement