Baku Tembak Terjadi di Perbatasan Gaza

Kamis , 30 Dec 2021, 09:57 WIB Reporter :Dwina Agustin/ Redaktur : Esthi Maharani
 Bagian pembatas pemisah Israel memisahkan pemukiman Israel Hashmona
Bagian pembatas pemisah Israel memisahkan pemukiman Israel Hashmona

IHRAM.CO.ID, JERUSALEM -- Baku tembak pertama dalam beberapa bulan di perbatasan Gaza terjadi pada Rabu (29/12). Peristiwa ini melukai seorang warga Israel dan tiga warga Palestina.

 

Terkait

Militer Israel mengatakan seorang warga sipil di dekat pagar keamanan terluka ringan oleh tembakan dari Gaza. Mereka membalas dengan tembakan tank ke beberapa posisi militer yang diawaki oleh kelompok Hamas. Sedangkan Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan tiga Warga Palestina terluka, tanpa mengatakan apakah mereka warga sipil atau anggota Hamas.

Baca Juga

Kekerasan itu terjadi ketika Israel mengumumkan langkah-langkah yang bertujuan untuk meningkatkan pemukiman di Tepi Barat yang diduduki. Tel Aviv telah mengumumkan sejumlah tindakan dalam beberapa bulan terakhir yang dikatakan bertujuan untuk meredakan ketegangan, tetapi justru serangan oleh pemukim Israel dan Palestina sedang meningkat.

Beberapa bulan terakhir telah terlihat lonjakan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Terjadi pula serangan Palestina terhadap warga Israel di Yerusalem timur dan Tepi Barat.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz sebelum serangan itu telah menyetujui serangkaian tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan Palestina. Keputusan ini setelah menjamu Presiden Palestina Mahmoud Abbas di rumahnya di Israel pada Selasa (28/12) malam.

Momen itu pertama kali bagi Abbas bertemu dengan seorang pejabat Israel di dalam negeri sejak 2010. Keduanya membahas koordinasi keamanan antara Israel dan Otoritas Palestina (PA), yang mengelola kantong-kantong Tepi Barat yang diduduki.

Kantor Gantz mengatakan menteri pertahanan menyetujui langkah-langkah membangun kepercayaan, termasuk transfer pembayaran pajak ke Otoritas Palestina, otorisasi ratusan izin untuk pedagang Palestina dan VIP. Kemudian Israel menyetujui status kependudukan bagi ribuan warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Israel mengumpulkan ratusan juta dolar pajak atas nama PA sebagai bagian dari perjanjian perdamaian sementara yang ditandatangani pada 1990-an. Transfer pajak adalah sumber utama pendanaan bagi orang-orang Palestina yang kekurangan uang, tetapi Israel telah menahan dana atas pembayaran tunjangan PA kepada ribuan keluarga yang memiliki kerabat yang terbunuh, terluka, atau dipenjara dalam konflik tersebut.

Israel mengatakan pembayaran itu mendorong terorisme. Sementara Palestina mengatakan mereka memberikan dukungan penting kepada keluarga yang membutuhkan.

Israel menyetujui tempat tinggal bagi sekitar 9.500 warga Palestina dan pengatur daftar penduduk Palestina. Selama bertahun-tahun kebijakannya telah meninggalkan sekitar puluhan ribu warga Palestina tanpa status hukum, sangat membatasi kebebasan bergerak, bahkan di dalam wilayah pendudukan. Israel memberikan status hukum kepada sekitar 4.000 warga Palestina pada Oktober.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini