Ahad 16 Jan 2022 16:41 WIB

 Pemerintah dan Swasta Diminta Antisipasi Rencana Saudi soal Haji-Umroh

Pemerintah dan Swasta perlu mengantisipasi rencana Saudi soal Haji-Umroh.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Jemaah umroh mengelilingi Ka
Foto: EPA-EFE/SEDAT SUNA
Jemaah umroh mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji dan Umrah, Mustolih Siradj, menyampaikan, rencana Arab Saudi mengubah sistem pelaksanaan haji-umrah dari mu'assasah ke syarikah sehingga urusan haji dan umrah akan ditangani Kementerian Perdagangan Saudi, harus menjadi perhatian serius pemerintah serta penyelenggara haji dan umroh.

Menurutnya, pemerintah Indonesia dan kalangan swasta yang bergerak di bidang haji dan umroh harus bersiap melakukan antisipasi ketika ada kebijakan baru dari Arab Saudi. Dia menilai, pandemi telah membuat Saudi untuk berbenah dan memulihkan ekonomi mereka secara total.

Baca Juga

"Akibat pandemi harus berubah meski masih trial and error mengembalikan posisi ekonomi mereka. Ketika dihantam Covid-19, banyak sektor yang rontok termasuk yang bersumber dari haji dan umroh. Maka mereka berupaya mencari terobosan," ungkapnya kepada Republika.co.id, Ahad (16/1).

Mustolih mengatakan, rencana tersebut tidak lepas dari visi Arab Saudi yang tidak ingin lagi bergantung pada minyak. Saudi ingin bergeser ke sektor lain yang salah satunya ialah pariwisata. Karena itu, pemerintah Saudi akan terus mendorong haji dan umroh agar menjadi penghasilan yang lebih signifikan.

"Rencana perubahan dari sistem lama ke yang baru nanti tidak lepas dari itu. Ini bukan lagi semata-mata sebagai persoalan ibadah, tetapi menjadi komoditas ekonomi. Jadi saya kira, apapun yang terjadi di Saudi, kebijakan apapun, itu secara otomatis berpengaruh kepada desain penyelenggaran haji umroh di Tanah Air," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement