Senin 24 Jan 2022 22:55 WIB

Epidemiolog: Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Kunci Antisipasi Omicron

Disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi kunci antisipasi omicron.

Forkopimda Kota Malang mengadakan kegiatan Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat (Pamor Keris), Senin (24/1).
Foto: Dok. Humas Polresta Malang Kota
Forkopimda Kota Malang mengadakan kegiatan Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat (Pamor Keris), Senin (24/1).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya Dr. Windhu Purnomo menyatakan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi kunci dalam mengantisipasi bahaya COVID-19 varian Omicron."Dua perisai itu yang harus dipunyai semua," ujarnya di sela mengikuti Rapat Koordinasi Forkopimda se-Jatim di Surabaya, Senin (24/1/2022).

Ia memprediksi terdapat 225,8 kasus yang akan terjadi pada puncak kecil dari kasus Omicron atau sebanding 1/5 dari puncak gelombang kedua Jatim di Januari tahun 2021 yang mencapai 1.198 kasus.

Baca Juga

Dr. Windhu bersyukur karena situasi di Jatim saat ini, bahkan menjadi provinsi terbaik dan berada pada level situasi satu dari delapan indikator Kementerian Kesehatan RI."Begitu juga dengan situasi epidemiologi kondisi penularan di komunitasnya hingga capaian vaksinasi tertinggi secara nasional, terutama dosis pertama," ucap Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair tersebut.

Sementara itu, rakor yang diikuti pejabat Forkopimda 38 kabupaten/kota tersebut dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Pangkoarmada II Laksda Iwan Isnurwanto, serta Kajati Jatim M. Dhofir.

 

Di tempat sama, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menegaskan semua yang hadir membahas sekaligus menyelesaikan persoalan sehingga dibutuhkan ilmu pengetahuan dan komunikasi serta koordinasi."Pentingnya komunikasi, koordinasi dan kolaborasi ini dilaksanakan untuk Kapolres agar dipedomani sehingga kasus bisa terdeteksi bersama para kepala daerah masing-masing," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement