Mengenal Sejarah Perang Ajnadin

Sabtu , 29 Jan 2022, 07:21 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Sahabat Nabi
Ilustrasi Sahabat Nabi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Masa kekhalifahan Umar radhiyallahu anhu merupakan masa-masa terbaik sepanjang sejarah Islam, pasca wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan Abu Bakar ash-Siddiq radhiyallahu anhu. Di antara daerah yang termasuk dibebaskan pada saat itu yakni Damaskus, Himsh, Qansirin, dan Ajnadin.

 

Terkait

Dikutip dari buku 'Inilah Faktanya' karya Dr. Utsman bin Muhammad al-Khamis, Perang Ajnadin adalah salah satu dari peperangan dengan bangsa Romawi yang menentukan ‘Amr bin al-Ash Radhiyallahu Anhu bersama para tentaranya bergerak menuju Ajnadin. Lalu, pasukan Romawi beserta panglimanya, Arthabun, keluar siap menyongsong pasukan Muslim. Ketika kabar tersebut sampai kepada Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, dia berkata: “Kita telah menarungkan Arthabun Romawi dengan Arthabun Arab, mari kita lihat apa yang akan terjadi.” 

Baca Juga

‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu Anhu tinggal di Ajnadin dan tidak mampu melakukan apa-apa terhadap Arthabun, sedangkan dia tidak puas dengan apa yang disampaikan para utusannya. Maka, dia memutuskan untuk berangkat sendiri untuk menemui Arthabun. Ia menyamar menjadi utusan dari pihak Amr demi mengetahui bagaimana Arthabun yang sesungguhnya.

Percakapan di antara mereka pun terjadi dan ‘Amr berhasil mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Arthabun mulai menaruh kecurigaan terhadapnya. Karena itulah, Arthabun memanggil penjaganya lalu membisikkan sesuatu kepadanya. ‘Amr Radhiyallahu Anhu berpikiran bahwa Arthabun mengetahui ihwal dirinya sehingga memerintahkan penjaga untuk membunuhnya. 

‘Amr berkata kepada Arthabun: “Hai panglima, sungguh aku telah mendengar cerita Anda, dan Anda pun telah mendengar ceritaku. Ketahuilah, akulah salah seorang dari sepuluh utusan yang dikirim Umar bin al-Khaththab supaya bergabung dengan ‘Amr untuk memantau keadaan musuh. Aku ingin membawa mereka menghadap Anda, agar Anda mendengar langsung dari mereka dan mereka pun mendengar langsung dari Anda.” Arthabun berkata: “Baiklah, pergi dan hadapkanlah mereka ke sini.” Kemudian Arthabun memanggil penjaga yang lain dan membisikkan sesuatu, sebagaimana dilakukannya kepada penjaga yang pertama. ‘Amr pun keluar. 

Setelah itu, Arthabun mendapat informasi bahwa orang yang menghadapnya tadi adalah ‘Amr bin al-‘Ash. Arthabun lantas berseru: “Laki-laki itu menipuku! Demi Allah, dia seorang Arab yang paling cerdik.” 

Selanjutnya, terjadilah peperangan di Ajnadin. Pada perang ini, Allah Azza wa Jalla manakdirkan kemenangan bagi kaum Muslim. Arthabun sendiri kemudian lari ke Iliya’ (Baitul Maqdis) dan masuk ke dalam benteng yang terdapat di sana. (Al Bidayah wan Nihayah)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini