Pesan Nabi Muhammad: Jaga Silaturahmi dengan Sahabat Orang Tua yang Sudah Meninggal

Jumat , 04 Feb 2022, 10:00 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pesan Nabi Muhammad: Jaga Silaturahmi dengan Sahabat Orang Tua yang Sudah Meninggal. Foto:  Lansia (ilustrasi)
Pesan Nabi Muhammad: Jaga Silaturahmi dengan Sahabat Orang Tua yang Sudah Meninggal. Foto: Lansia (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa salah satu cara berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia adalah dengan tetap menjaga tali silaturrahim dengan para sahabat orang tua. Diriwayatkan sahabat Abdullah bin Umar atau anak dari Umar bin Khattab menyampaikan hadist yang maknanya seperti itu.

 

Terkait

Baca Juga

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي وَاللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ جَمِيعًا عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ كَانَ لَهُ حِمَارٌ يَتَرَوَّحُ عَلَيْهِ إِذَا مَلَّ رُكُوبَ الرَّاحِلَةِ وَعِمَامَةٌ يَشُدُّ بِهَا رَأْسَهُ فَبَيْنَا هُوَ يَوْمًا عَلَى ذَلِكَ الْحِمَارِ إِذْ مَرَّ بِهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ أَلَسْتَ ابْنَ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ قَالَ بَلَى فَأَعْطَاهُ الْحِمَارَ وَقَالَ ارْكَبْ هَذَا وَالْعِمَامَةَ قَالَ اشْدُدْ بِهَا رَأْسَكَ فَقَالَ لَهُ بَعْضُ أَصْحَابِهِ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ أَعْطَيْتَ هَذَا الْأَعْرَابِيَّ حِمَارًا كُنْتَ تَرَوَّحُ عَلَيْهِ وَعِمَامَةً كُنْتَ تَشُدُّ بِهَا رَأْسَكَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ وَإِنَّ أَبَاهُ كَانَ صَدِيقًا لِعُمَرَ

Ibnu Umar jika hendak ke Makkah biasanya membawa keledainya untuk dikendarainya, jika ia sudah bosan mengendarai unta, sambil mengikatkan sorban pada kepalanya.

Pada suatu hari, ketika Ibnu Umar sedang mengendarai keledainya, tiba-tiba ada seorang laki-laki Arab badui yang lewat, Ibnu Umar berkata, "Bukankah kamu ini adalah fulan bin fulan?" Orang Arab badui itu menjawab, "Ya, benar."

Kemudian, Ibnu Umar memberikan keledainya kepada orang itu sambil berkata, "Ambillah keledai ini untuk kendaraanmu." Selain itu, Ibnu Umar juga memberikan sorbannya dengan mengatakan, "lkatkanlah surban ini di kepalamu."

Salah seorang sahabat berkata kepada Abdullah bin Umar, "Semoga Allah mengampunimu wahai lbnu Umar, karena kamu telah memberikan keledai yang biasa kamu jadikan kendaraanmu dan sorban yang biasa kamu ikatkan di kepalamu kepada orang Arab badui itu."

Abdullah bin Umar menjawab, "Wahai sahabat ketahuilah bahwasanya saya pernah mendengar Rasulullah bersabda 'Di antara bakti seseorang yang paling baik kepada orang tuanya adalah menyambung tali keluarga karib orang tuanya setelah orang tuanya meninggal dunia.' Sesungguhnya bapak orang Arab badui itu dahulu adaIah teman Umar bin Khattab." (HR Muslim)

Untuk berbakti kepada orang tua yang telah wafat, sebagai anak harus mendoakan dan meminta ampunan kepada Allah untuk kedua orang tuanya yang telah wafat, dan menjalankan wasiat orang tuanya.

Selain itu melanjutkan jalinan silaturrahim kedua orang tua, dan memuliakan atau berhubungan baik dengan teman-teman orang tua. Itu juga salah satu cara untuk berbakti kepada orang tua yang telah wafat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini