Investasi di Pabrik Penyedia Makanan, BPKH Usulkan Operatornya Asal Indonesia

Senin , 14 Feb 2022, 20:33 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus mencari peluang terbaik agar mendapat investasi di Arab Saudi. Kini BPKH melalui anggota bidang Investasi dan Kerja Sama Luar Negeri Hurriyah El Islamy, menargetkan investasi pada pabrik penyediaan makanan berbasis teknologi canggih terbesar di Makkah, Saudi Arabia.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus mencari peluang terbaik agar mendapat investasi di Arab Saudi. Kini BPKH melalui anggota bidang Investasi dan Kerja Sama Luar Negeri Hurriyah El Islamy, menargetkan investasi pada pabrik penyediaan makanan berbasis teknologi canggih terbesar di Makkah, Saudi Arabia.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji bidang Investasi dan Kerja Sama Luar Negeri Hurriyah El Islamy mengatakan, pihaknya telah mendapat target investasi di Arab Saudi. Investasi yang ditargetkan BPKH melalui badan investasi adalah pabrik penyedia makanan berbasis teknologi canggih terbesar di Makkah, Saudi Arabia dengan operator Merah Putih alias pekerja asli orang Indonesia.

 

Terkait

Hurriyah El Islamy memastikan, saat ini tim ivestasi BPKH masih berada di Arab Saudi untuk terus melakukan komunikasi dengan mitranya di pabrik penyedia makanan. Salah satu hal yang dikomunikasikan pihaknya adalah agar bagaimana operator di pabrik tersebut dikerjakan warga negara Indonesia yang ada di Arab Saudi.

Baca Juga

"BPKH terus berusaha secara optimal agar operator pabrik ini adalah perusahaan merah putih. Alhamdulillah, usulan kami ini disambut baik oleh pemilik pabrik di Saudi yang Insya Allah segera akan menjadi mitra resmi kami," ujarnya, Ahad (13/2/2022).

Hurriyah memastikan, proses seleksi operator dijalankan dengan mematuhi aspek governance yang baik. Terkait hal ini mitra BPKH di Arab Saudi menyambut baik dan sangat mendukung.

"Mitra kami sangat senang mencoba berbagai pilihan produk bercita rasa nusantara yang Insya Allah akan diproduksi oleh operator Merah Putih di Pabrik Makanan ini," kata Hurriyah menyampaikan langsung dari Makkah setelah proses seleksi dilakukan bersama dengan perusahaan pemilik pabrik di sini.

Hurriyah optimis, ke depannya BPKH dan mitra investasinya bukan saja berharap dapat menyajikan makanan berbasis teknologi terkini yang mematuhi aspek prokes dan tetap memenuhi cita rasa nusantara. Namun, lebih jauh lagi, akan diusahakan agar penyajian makanan ke depannya dapat disesuaikan dengan menyajikan makanan khas kepada jamaah berdasarkan daerah asal kloter jamaah tersebut.

"Dan di hari-hari menjelang puncak pelaksanaan haji, jamaah dapat dibekalkan makanan berbasis retort sehingga dapat dipersiapkan dan dinikmati hangat oleh jamaah dengan cita rasa yang tidak kalah sedapnya dengan makanan yang disajikan segar," kata Hurriyah saat dihubungi Republika menjelang thawaf perpisahan. 

Hurriyah memastikan, calon operator yang BPKH hadirkan dari NKRI sudah membuktikan kemampuan mereka untuk menyajikan cita rasa nusantara dalam kemasan produk retort. Mereka juga akan memproduksi bumbu-bumbu makanan asli yang berperan penting untuk menjaga keaslian rasa makanan yang akan diproduksi.

"Tolong didoakan agar ikhtiyar kami untuk membawa merah putih ke Saudi dilancarkan dan agar segera BPKH dapat melakukan investasi dengan tetap memastikan aspek syariah, keamanan, kehati-hatian, likuiditas serta nilai manfaat yang optimal untuk Jemaah haji Indonesian," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini