Selasa 08 Mar 2022 17:38 WIB

Bulan Syaban Mukadimah Ramadhan

Seorang Muslim mempersiapkan diri dengan melakukan banyak puasa sunnah bulan Syaban.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Ribuan umat Islam memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin untuk melaksanakan malam peribadatan Nisfu Syaban menjelang datangnya bulan Ramadhan 1432 H yang dipimpin KH Ahmad Bakeri, Sabtu (16/7). Usai melaksanakan peribadatan malam Nisfu S
Foto: ANTARA/Herry Murdy Hermawan
Ribuan umat Islam memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin untuk melaksanakan malam peribadatan Nisfu Syaban menjelang datangnya bulan Ramadhan 1432 H yang dipimpin KH Ahmad Bakeri, Sabtu (16/7). Usai melaksanakan peribadatan malam Nisfu S

IHRAM.CO.ID, JAKARAT -- Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Mahbub Maafi, mengatakan, Syaban itu sering dianggap atau dipahami sebagai mukadimah bulan suci Ramadhan. Karena itu sudah sebaiknya sebagai seorang Muslim mempersiapkan diri dengan melakukan banyak puasa sunnah di bulan Syaban.

"Begitu juga mempersiapkan diri dengan membaca Alquran dan sedekah, karena sebagaimana kita ketahui begitu tiba Ramadhan kita sudah wajib berpuasa, jadi kita sudah membiasakan diri saat Syaban sebagai mukadimah atau pengantar menuju bulan suci Ramadhan," kata Kiai Mahbub kepada Republika, Selasa (8/3/2022)

Baca Juga

Ia menerangkan, di bulan Ramadhan di mana umat Islam diwajibkan berpuasa, juga sangat dianjurkan membaca Alquran dan bersedekah. Jadi ibadah puasa, membaca Alquran dan melakukan sedekah sebaiknya sudah dilatih sejak bulan Syaban menjelang Ramadhan.

Dalam beberapa riwayat diceritakan Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasanya pada bulan Syaban. Meskipun tidak dijelaskan berapa hari Rasulullah SAW puasa. Tapi pesan pentingnya, bulan Syaban menjadi tangga awal menuju Ramadhan atau persiapan menuju Ramadhan.

 

"Maka di bulan Syaban kita dianjurkan melaksanakan puasa, membaca Alquran dan bersedekah, banyak melakukan amalan-amalan yang baik," ujar Kiai Mahbub.

Ia menerangkan, ada hadist dhoif atau hadist lemah, tapi tidak ada masalah dengan hadist ini karena bisa diamalkan dan jadi rujukan. Hadist yang diriwayatkan Anas ini menyatakan bahwa umat Islam di masa itu bila memasuki bulan Syaban mereka mulai membuka dan membaca Alquran. Umat Islam juga mulai membayar zakat mal untuk membantu orang-orang msikin agar di bulan Ramadhan nanti mereka punya bekal. Makanya para ulama menyebut Syaban sebagai bulan para pembaca Alquran.

"Bulan Syaban merupakan mukadimah bulan Ramadhan maka sudah semestinya kita melakukan hal-hal yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan, sebagai persiapan, pemanasan untuk menyambut Ramadhan," kata Kiai Mahbub.

Ia menambahkan, Ramadhan adalah bulan yang selalu dirindukan umat Islam. Ada sabda Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa siapa saja yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan maka jasadnya diharamkan dari api neraka.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement