Muhammadiyah Malaysia Dirikan Sanggar Bimbingan untuk Anak PMI

Sabtu , 19 Mar 2022, 19:15 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Muhammadiyah
Muhammadiyah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia bekerjasama dengan KBRI Kuala Lumpur mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sanggar Bimbingan (SB) yang diprioritaskan untuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) tidak berdokumen yang berlokasi di lantai dua flat Pelangi Magna, Kepong, Kuala Lumpur, Sabtu (19/3/2022).

 

Terkait

Peresmian SB yang kedua bagi PCIM tersebut dilakukan oleh Koordinator Sanggar Bimbingan Pendidikan Non Formal KBRI Kuala Lumpur Dadi Rosadi didampingi Ketua PCIM Malaysia, Assoc Prof Dr Sonny Zulhuda, Ketua Majelis Pendidikan, Seni dan Olahraga Ustadz Ahmad Fathoni, Penasehat PCIM, Adi Tobing, sejumlah pengurus dan guru-guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Baca Juga

Acara peresmian diawali dengan pembacaan Al Qur'an oleh salah satu siswa SB dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Tanah Airku dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SB Kepong, Ihwan.Ihwan yang juga mahasiswa salah satu kampus di Malaysia mengatakan SB Kepong pada awalnya berasal dari SB Kampung Baru yang kemudian diputuskan untuk berdiri sendiri.

"Ke depan kami akan tetap kolaborasi dengan SB Kampung Baru. Saat ini kami mempunyai 27 orang siswa. Semoga bisa mengajak anak-anak non dokumen yang tidak bisa belajar di sekolah formal maupun sekolah kebangsaan di Malaysia," katanya.

Ketua Majelis Pendidikan, Seni dan Olahraga PCIM Malaysia, Ustadz Ahmad Fathoni mengatakan pendirian SB Kepong memiliki banyak cerita susah sebelumnya."Susah pada awalnya. Nggak mungkin didirikan. Namun bagi Allah, ada nggak usaha kita? Allah akan melihat usaha kita. Orang beriman melihat kita. Berani nggak kita memulailangkah," katanya.

Menurut Fathoni, pendidikan bukan hanya hak tetapi juga kewajiban, terlepas seseorang mempunyai dokumen maupun tidak."Kita ingin mereka diberi peluang setinggi-tingginya. Anak-anak punya kesempatan sama untuk bermimpi. Setelah tamat SB ijazahnya sah dari pemerintah. Setelah ini kemungkinan kita akan membuat SB tingkat SMP. Tolong sepulang dari SB orang tua ikut bantu mengawasi anak-anak," katanya.