Muslim Malaysia Terima Kenaikan Biaya Haji

Sabtu , 23 Apr 2022, 12:29 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Muslim Malaysia Terima Kenaikan Biaya Haji. Foto: Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)
Muslim Malaysia Terima Kenaikan Biaya Haji. Foto: Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Agama Malaysia, Senator Datuk Idris Ahmad, mengumumkan kuota jamaah haji Malaysia telah ditetapkan sebesar 14.306. Hal ini memberikan secercah harapan bagi umat Islam di negara itu setelah dua tahun penundaan haji.

 

Terkait

Lembaga Tabung Haji (TH) dalam konferensi pers mengumumkan biaya haji untuk jamaah muassasah dari kelompok B40 ditetapkan 10.980 ringgit Malaysia (Rp 36.735.398) per orang. Sedangkan untuk kelompok non-B40, 12.980 (Rp 43.426.727) per orang.

Baca Juga

Dilansir di The Sun Daily, Sabtu (23/4), angka yang ditentukan untuk pelaksanaan haji tahun ini mengalami peningkatan antara 1.000 dan 3.000 ringgit per orang.

Meski biaya haji mengalami kenaikan, namun secara umum umat Islam mengaku menerima alasan kenaikan tersebut. Mereka menganggapnya wajar dan perlu, mengingat situasi Covid-19 masih belum usai dan aturan yang ditetapkan oleh Arab Saudi.

Seorang pegawai swasta di Selangor, Mohd Khairul Rusli, mengatakan meski biaya naik, harga yang ditetapkan masih terjangkau dan relevan.

"Kita perlu melihat kenaikan biaya karena pajak dan service charge juga sudah naik, terlebih lagi dengan situasi global saat ini dalam menghadapi pandemi Covid-19. Berbagai faktor menyebabkan kenaikan biaya dan kita harus menerimanya," ujar dia.

Di sisi lain, ia menyoroti harga yang tidak mengalami kenaikan sejak 2009. Rusli mengajak setiap pihak untuk bersyukur karena sisa biaya masih diserap Tabung Haji.

Sementara itu di Kedah, Direktur Utama Syarikat Ayam Bismi Sdn Bhd Mazlina Kamarudin, yang baru pulang dari umrah selama 21 hari mengatakan TH tidak bisa disalahkan karena harus merevisi biaya haji.

“Beberapa faktor menyebabkan kenaikan biaya, di antaranya ketidakstabilan mata uang, biaya hotel dan biaya yang terlibat dalam pengelolaan Covid-19, sehingga kenaikan ini tidak bisa dihindari,” katanya.

Ia mengatakan jika nantinya situasi dunia, khususnya Covid-19 mulai membaik, mungkin biaya bisa sedikit ditekan agar lebih banyak umat Islam bisa menunaikan ibadah haji.

Sementara itu, seorang pensiunan pemerintah bernama Ibrahim Ahmad mengatakan meski kenaikan biaya sedikit memberatkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu, TH tetap memberikan bantuan dana tepat sasaran yang sampai taraf tertentu memungkinkan mereka menunaikan ibadah haji.

Seorang pengacara di Johor Bahru, Nor Faizah Zainuddin, mengatakan pengumuman biaya haji untuk jamaah haji kelompok B40 dan non-B40 sampai batas tertentu mempengaruhi calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah tahun ini.

Nor Faizah diketahui terpilih untuk menunaikan haji pada 2020, tetapi harus menunda perjalanan karena wabah Covid-19. Ia mengatakan umat Islam tidak punya pilihan selain mematuhi kenaikan biaya sekitar 1.000 ringgit karena biaya tertentu yang dikenakan oleh otoritas Saudi. 

Sumber:

https://www.thesundaily.my/home/increase-in-haj-cost-muslims-consider-move-as-reasonable-CH9108994

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini