Manusia Sejatinya tak Ada yang Bisa Disombongkan

Selasa , 10 May 2022, 20:13 WIB Reporter :Fuji Eka Permana/ Redaktur : Agung Sasongko
sombong,angkuh,menang sendiri  (ilustrasi).
sombong,angkuh,menang sendiri (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Alquran, tepatnya pada Surah An-Nahl Ayat 22 dijelaskan bahwa orang-orang yang mengingkari Keesaan Allah dan sifat-sifat-Nya termasuk orang yang sombong. Karena kesombongannya membuat ia tidak mau mendengarkan dan memahami kebenaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, atau tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan Rasulullah SAW.

 

Terkait

Padahal sangat nyata ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad SAW untuk kebaikan umat manusia di dunia dan akhirat.

Baca Juga

اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ ۚفَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ قُلُوْبُهُمْ مُّنْكِرَةٌ وَّهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong. (QS An-Nahl: 22)

Ayat ini mengandung arti, Allah menegaskan bahwa Tuhan yang seharusnya disembah umat manusia adalah Tuhan Yang Maha Esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Jika demikian maka tidak ada alasan bagi orang yang menyaksikan bukti-bukti tersebut untuk tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat.

Hati mereka yang tidak beriman mengingkari hakikat-hakikat kebenaran tentang Keesaan Allah, dan mereka adalah orang yang sangat sombong karena mendustakan risalah Nabi Muhammad SAW.

Tafsir Kementerian Agama menjelaskan ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Tuhan yang wajib disembah dan ditaati oleh seluruh manusia adalah Tuhan Yang Maha Esa. Penegasan dengan Yang Maha Esa, memberikan pengertian yang pantas disembah hanyalah Dia.

Oleh sebab itu, Dia pulalah yang wajib ditaati oleh seluruh manusia dan tidak boleh mengangkat tuhan-tuhan yang lain sebagai sekutu-Nya. Dalam ayat ini juga dijelaskan bahwa orang-orang kafir mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain karena tidak mau mengakui keesaan Allah, janji dan ancaman-Nya, serta terjadinya hari akhir. Itulah sebabnya maka mereka membangkang terhadap apa saja yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, meskipun berita yang disampaikan itu mengandung berita tentang kekuasaan dan kebenaran Allah serta luasnya nikmat yang diberikan kepada manusia.