Otoritas Keamanan Masjid Nabawi Minta Jamaah RI Hindari Kerumunan

Sabtu , 11 Jun 2022, 05:16 WIB Reporter :Achmad Syalabi Ichsan/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Otoritas Keamanan Masjid Nabawi Minta Jamaah RI Hindari Kerumunan. Foto:  Kasi Linjam Daker Madinah Harun Al Rasyid mengedukasi jamaah di Masjid Nabawi, Madinah, Ahad (5/6)
Otoritas Keamanan Masjid Nabawi Minta Jamaah RI Hindari Kerumunan. Foto: Kasi Linjam Daker Madinah Harun Al Rasyid mengedukasi jamaah di Masjid Nabawi, Madinah, Ahad (5/6)

IHRAM.CO.ID,MADINAH — Daker Madinah PPIH Arab Saudi sowan ke pihak Otoritas Keamanan Masjid Nabawi. Menurut Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daker Madinah Harun Al Rasyid, ada beberapa imbauan yang diberikan pihak Masjid Nabawi untuk jamaah haji Indonesia. 

 

Terkait

Harun menjelaskan, salah satu imbauan tersebut yakni agar jamaah Indonesia menghindari kerumunan. Menurut Harun, larangan kerumunan terkait dengan situasi Pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini. “Jamaah kita diminta tidak berkumpul lebih dari tiga orang di sekitar Masjid Nabawi,”ujar dia saat diwawancarai Tim MCH di Kantor Daker Madinah  di Al-Mashani, Syar'i Syuhada, Madinah, Arab Saudi, Jumat (3/6/2022).  

Baca Juga

 

Kasus baru Covid-19 di Arab Saudi pada Rabu (8/6/2022) melampaui angka 1.000 untuk pertama kalinya sejak 20 Februari 2022. Infeksi terbaru dalam 24 jam terakhir tercatat sebanyak 1.029 kasus.

 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Budi Sylvana, MARS  sebelumnya meminta kepada para jamaah haji untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain risiko tertular Covid-19, masih ada risiko tertular penyakit MERS-COV, dimana keduanya bisa dicegah dengan disiplin

menerapkan protokol kesehatan.

 

Barang Tercecer

Selain meminta jamaah untuk menghindari kerumunan, Harun mengimbau jamaah agar jangan mengambil sendiri ketika melihat barang tercecer di sekitar Masjid Nabawi. Meski maksudnya baik, Harun mengungkapkan, hal tersebut bisa jadi bermasalah di mata aparat keamanan setempat. 

Harun mengungkapkan, Masjid Nabawi dilengkapi dengan sistem pemantauan CCTV. Saat kamera memantau jamaah mengambil barang, pihak otoritas terkait bisa memproses jamaah tersebut. 

Saat melihat barang tercecer, dia mengimbau agar jamaah melaporkan ke petugas baik PPIH atau petugas Arab Saudi. Barang tercecer tersebut akan diamankan oleh mahfudzot yang merupakan pusat pengamanan barang tercecer dari semua jamaah.

 

“Petugas kita nanti yang dipanggil untuk dikonfirmasi soal barang itu,”jelas dia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini