Siasat Kemenkes Tetap Maksimal Layani Jamaah Haji Meski Serba Terbatas

Kamis , 30 Jun 2022, 19:04 WIB Reporter :Rr Laeny Sulistyawati / Redaktur : Nashih Nashrullah
Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana, menyatakan Kemenkes menyiagakan 776 petugas kesehatan di Arab Saudi selama musim haji
Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana, menyatakan Kemenkes menyiagakan 776 petugas kesehatan di Arab Saudi selama musim haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk menangani para jamaah haji Indonesia 2022. Di antaranya menyiagakan 776 petugas kesehatan di Tanah Suci.  

 

Terkait

"Terkait sumber daya manusia (SDM) Indonesia, kami (Kemenkes) tahun ini dapat kuota 776 petugas kesehatan. Ini berkurang karena biasanya Indonesia mendapatkan jatah 1.832 tenaga kesehatan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga

Artinya, dia melanjutkan, lebih dari 1.000 petugas kesehatan Indonesia tidak bisa berangkat ke Arab Saudi untuk menangani jamaah haji Tanah Air. 

Dia mengakui berkurangnya tenaga kesehatan Indonesia di Arab Saudi menjadi pekerjaan rumah bagi Kemenkes untuk menyiasati kekurangan tenaga kesehatan. Padahal, di satu sisi pelayanan kesehatan jamaah harus bisa tetap maksimum. 

Di antaranya Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHi) di Makkah dan Madinah bisa mendapatkan tenaga kesehatan dan sarana prasarana. Dia menyebutkan di KKHI di Makkah memiliki 250 tempat tidur dan melayani berbagai macam penyakit yang sering terjadi di Arab Saudi. 

Dia menambahkan, KKHI memiliki ruang pelayanan gawat darurat, pelayanan ICU, pemeriksaan laboratorium kecuali ruang operasi. 

"Intinya kebutuhan minimum rumah sakit dipenuhi. Kalau berobat di KKHI, baik Makkah maupun Madinah maka jamaah langsung diobati para dokter ahli," ujarnya.

Kalau pasien butuh operasi, dia melanjutkan, maka akan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Oleh karena itu, Budi menyebutkan Kemenkes tahun ini berupaya meningkatkan jumlah dokter ahli karena saat ini masih ada di pandemi Covid-19. "Kami khawatir ada kasus gawat darurat yang membutuhkan tenaga ahli lebih banyak," katanya.

Dia menyontohkan, jumlah dokter spesialis paru ditambah, kemudian dokter spesialis emergensi medik ditingkatkan kuantitasnya, dan beberapa tenaga ahli lainnya juga diperbanyak. Budi berharap mudah-mudahan KKHI bisa membantu jamaah Indonesia supaya nyaman dirawat. 

"Karena karakter jamaah Indonesia lebih nyaman dilayani dokter sendiri dari Indonesia. Kalau dirawat di rumah sakit asing kenyamanannya berbeda," ujarnya.   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini