Situasi Lengang, Jamaah Bisa Lontar Jumrah dengan Nyaman

Ahad , 10 Jul 2022, 08:10 WIB Reporter :Achmad Syalabi Ichsan/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Situasi Lengang, Jamaah Bisa Lontar Jumrah dengan Nyaman. Foto:  Seorang jamaah calon haji khusus Dari Ramada Arafah Travel memperlihatkan batu yang akan digunakan melempar jumroh pada kediatan Manasik Haji, di Jakarta, Ahad (19/6/2022). Sebanyak 34 jamaah calon haji  ini akan diberangkatkan ke tanah Suci Mekkah pada 2 Juli 2022 mendatang. Foto: Darmawan/Republika.
Situasi Lengang, Jamaah Bisa Lontar Jumrah dengan Nyaman. Foto: Seorang jamaah calon haji khusus Dari Ramada Arafah Travel memperlihatkan batu yang akan digunakan melempar jumroh pada kediatan Manasik Haji, di Jakarta, Ahad (19/6/2022). Sebanyak 34 jamaah calon haji ini akan diberangkatkan ke tanah Suci Mekkah pada 2 Juli 2022 mendatang. Foto: Darmawan/Republika.

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Memasuki hari tasyrik yang jatuh pada 10 Dzulhijjah atau Sabtu (9/7/2022) Waktu Arab Saudi, jamaah haji Indonesia mulai melontar jumrah Aqabah. Sebagian besar jamaah tampak mengikuti jadwal yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi yang membagi jadwal melontar jumrah pada pukul 00.00-06.00 dan 16.00-22.00 WAS.

 

Terkait

Pantauan Republika, kondisi Jamarat lantai tiga tampak lengang pada sore hari. Meski puluhan ribu jamaah tampak berjalan kaki menuju ke Jamarat, hal tersebut tidak menimbulkan kepadatan seperti pada musim haji sebelumnya.

Baca Juga

Jamaah haji asal Bekasi Ali Firdaus mengaku sudah melontar jumrah setelah menjalankan ibadah Sholat Subuh. Seusai melontar, jamaah asal Kloter Jakarta-Bekasi (JKS-) ini bersama rombongannya berjalan kaki ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadah. "Kami berjalan sampai dua jam,"ujar dia.

Setelah tahalul awal, Ali kembali ke pemondokan untuk beristirahat. Ali kembali lagi ke Mina untuk mabit dan bersiap melakukan lontar jumrah berikutnya pada 11 Dzulhijjah yakni lontar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.

Jamaah lainnya asal Semarang Achmad Haitamy Zanuri mengaku bisa melontar jumrah dengan nyaman dan lancar. Haitamy yang melontar jumrah bersama istrinya pada sore hari bisa leluasa melontar tanpa ada antrean. Jamaah haji khusus ini pun akan kembali melontar pada keesokan harinya setelah kembali ke maktab (penginapan). "Alhamdulillah lancar ya,"jelas dia.

Wakil Ketua Satuan Operasi Arafah Muzdalifah Mina (Armuzna) Harun Al Rasyid mengimbau kepada jamaah untuk menaati jadwal jumrah yang sudah ditetapkan. Menurut dia, sebagian besar jamaah sudah mengikuti jadwal yang ditetapkan. "Larangannya itu jam tujuh sampai jam empat sore,"ujar dia.

Harun menjelaskan, Satops sudah membuat empat pos di Mina dan delapan pos di sekitar Jamarat. Posko ini dibuat untuk membantu jamaah yang lupa jalan pulang dan mengantisipasi jamaah yang sakit di perjalanan.

Beberapa jamaah yang kelelahan setelah melontar jumrah memang mendapat penanganan petugas. Mereka yang lupa jalan pulang dan terpisah dari rombongan pun diantar ke maktab masing-masing.

Sebanyak 530 tenda putih yang menjadi tempat penginapan jamaah Indonesia di Mina memang sulit dibedakan. Ratusan tenda yang berada di 44 maktab tersebut berada pada lima sektor. Nomor kloter yang berada di maktab tersebut tak menonjol untuk dilihat. Banyak jamaah, terutama lansia, tersesat akibat lupa jalan pulang.

Harun pun mafhum akan jamaah yang lupa jalan pulang. "Namanya berada di lingkungan baru. Kita yang muda saja suka lupa jalan. Mudah-mudahan besok mereka bisa beradaptasi,"jelas dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini