Senin 11 Jul 2022 17:38 WIB

Antisipasi Kepulangan ke Tanah Air, Para Jamaah Haji Sudah Vaksinasi dan Tidak Bergejala

Seluruh jamaah haji maupun tim pendamping kesehatan membangun kewaspadaan

Rep: fauziah mursid/ Red: Hiru Muhammad
Jamaah haji Indonesia sedang diinfus oleh Emergency Medical Team(EMT) PPIH Arab Saudi bidang kesehatan di pos dua jalur Jamarat atas. Keluhan mereka merasa kelelahan saat berjalan untuk melontar Jumroh, Ahad (10/7).
Foto: Republika/Ali Yusuf
Jamaah haji Indonesia sedang diinfus oleh Emergency Medical Team(EMT) PPIH Arab Saudi bidang kesehatan di pos dua jalur Jamarat atas. Keluhan mereka merasa kelelahan saat berjalan untuk melontar Jumroh, Ahad (10/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Satuan tugas Penanganan Covid-19 memastikan antisipasi kepulangan jamaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia. Kasubbid Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Alexander Ginting mengatakan tim kesehatan maupun tim pendamping harus memastikan jamaah yang sudah divaksinasi minimal dua dosis dan tidak bergejala saat kembali ke kampung halamannnya masing masing.

"Kalau bergejala harus diperiksa di tempat embarkasi dan ini harus disosialisasikan, dan tidak perlu ada rasa kekhawatiran, ketakutan kalau bergejala tidak memeriksakan diri," ujar Alexander dalam acara diskusi FMB9 bertajuk Prokes Kepulangan Jamaah Haji secara daring, Senin (11/7/2022).

Baca Juga

Alexander mengatakan, jamaah haji yang ketika tiba di Indonesia merasakan gejala diminta untuk memeriksakan diri ke tempat kesehatan dan assesment. Dia meminta agar jamaah haji tidak perlu cemas karena semua demi keselamatan diri dan melindungi keluarga di rumah

Karena itu, bagi jamaah haji yang merasakan sakit tenggorokan, batuk pilek, flu atau demam melakukan pemeriksaan dan asesment. Dia mengatakan, gejalanya bisa muncul di perjalanan pulang atau ketika sampai di rumah.

 

"Kalau pun sampai di rumah harus dilakukan asesment. Jadi pemeriksaan diri ini tidak perlu sesuatu dicemaskan, karena kalau pun positif ini kita sudah mengatur bisa ini dilakukan isolasi mandiri," kata Alexander.

Kecuali, kata Alex, jika yang terkonfirmasi positif mengalami perburukan dan memiliki komorbid yang berat maka perlu dilakukan perawatan.

Karenanya, Alexander mengingatkan seluruh jamaah haji maupun tim pendamping kesehatan membangun kewaspadaan, Sebab, kepulangan jamaah haji yang dimulai pada 15 Juli hingga 30 Juli mendatang, berada di tengah situasi kenaikan Covid-19 di Indonesia.

"Kita harus bangun kewaspadaan dan tim yang akan pulang atau dampingi juga harus lakukan sosialisasi, perlu diingat kasus di Indonesia sedang tinggi-tingginya. lalu di situasi kasus aktif yang tinggi ini ada kepulangan jamaah haji," ujarnya.

Namun demikian, Alexander mengatakan dari kurang lebih 100 ribu jamaah haji yang berangkat, 70 persennya telah divaksinasi booster. "Usia tidak lebih dari 65 tahun, sudah vaksinasi Covid kemudian PCR pasti negatif. Keuntungan kita dari 100 ribu jamaah itu, hampir 70 persen sudah mendapat vaksinasi booster. meskipun persyaratan (naik haji)vaksinasi dosis 1 dan 2," katanya.

Ketentuan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia berdasarkan Surat Edaran Satgas Nomor 22  yang utama adalah wajib menjalani pemeriksaan gejala terkait Covid-19 dan lanjutannya sesuai SE tersebut.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement