Sabtu 23 Jul 2022 05:57 WIB

RI-Malaysia Evaluasi Kenaikan Biaya Layanan Masyair Haji

RI-Malaysia sepakat kenaikan layanan masyair harus dibarengi dengan kualitas layanan.

Rep: Achmad Syalaby Ichsan/ Red: Muhammad Hafil
Pertemuan antara Ketua Tabung Malaysia Dato Sri Syed  Abdulrahman (kedua dari kanan) dengan Dirjen PHU Kemenag Prof Hilman Latief (kedua dari kiri) di Daker Makkah, Arab Saudi, Kamis (22/7).
Foto: MCH
Pertemuan antara Ketua Tabung Malaysia Dato Sri Syed Abdulrahman (kedua dari kanan) dengan Dirjen PHU Kemenag Prof Hilman Latief (kedua dari kiri) di Daker Makkah, Arab Saudi, Kamis (22/7).

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Misi Haji Indonesia menerima kedatangan Tim Tabung Haji Malaysia di Kantor Daker Makkah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/7/2022). Ketua Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman beserta dua wakil dan jajarannya hadir mewakili Tabung Haji Malaysia.

Kehadiran mereka di Daker Makkah diterima Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief beserta jajaran Eselon II. Hadir juga, Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam.

Baca Juga

" Kita mendiskusikan penyelenggaraan haji 2022, memperbincangkan proses pelaksaan haji tahun ini, evaluasi, bertukar pikiran, bertukar pendapat, dan saling memberikan informasi terkait layanan haji," ujar Hilman saat memberikan keterangan pers usai pertemuan di Daker Makkah, Kamis (21/7/2022).

Hilman menjelaskan bahwa pertemuan kedua pihak ini juga menjadi forum evaluasi terkait kenaikan biaya Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Sebelumnya, biaya Masyair sekitar 1.800 Riyal. Tahun ini naik signifikan menjadi 5.656 Riyal. Kenaikan ini diberlakukan ke negara-negara pengirim jamaah haji, termasuk Indonesia dan Malaysia.

 

Menurut dia, kedua pihak sepakat tentang adanya kenaikan layanan di Masyair. Hanya saja, ujar Hilman, kenaikan layanan itu mestinya sebanding dengan kenaikan biaya yang dibayarkan.

"Kita evaluasi bersama dan sepakat biaya yang dibayarkan harus sebanding dengan layanan yang kita terima," jelas Hilman.

Selain itu, pertemuan itu mendiskusikan tentang pendanaan haji jangka panjang, apakah biaya akan naik atau turun. Mereka ingin biaya sepadan dengan layanan dan tidak memberatkan jamaah. Hilman menjelaskan, kedua pihak sepakat untuk bisa masuk secara lebih detail dalam membahas anggaran yang ditetapkan, keperluan untuk apa saja.

Hal senada disampaikan Ketua Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman. Dia bersyukur, pertemuan rutin tiap tahun di Makkah masih bisa terus digelar. Kedua pihak pun bisa bertukar pandangan dan pengalaman selama penyelenggaraan haji tahun ini.

"Kita telah buat perbincangan awal terkait biaya haji. Kita sepakat untuk menindaklanjuti perbincangan ini tentang bagaimana menangani kenaikan biaya agar tidak membebani jamaah di masa mendatang," ucapnya lagi.

Ditanya apakah kenaikan biaya Masyair sepadan dengan layanan yang diberikan? Syed Saleh mengaku bahwa layanan tahun ini lebih baik. Namun, dia menilai perlu meneliti lebih terperinci terkait kenaikan biaya yang dibayarkan itu peruntukannya untuk apa saja.

"Pengumuman haji tahun ini mendesak. Kita tidak banyak waktu untuk berdiskusi. Ke depan dengan waktu lebih panjang kita bisa berdiskusi terkait untuk apa saja yang diberikan terkait kenaikan biaya," paparnya.

Baik Hilman maupun Syed Saleh sepakat untuk terus menjalin komunikasi. Dalam beberapa waktu ke depan, keduanya berencana menggelar pertemuan untuk menjalin kerja sama agar pelayanan haji makin baik di masa mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement