Selasa 30 Aug 2022 18:35 WIB

Arab Saudi Mulai Proyek Pengembangan Masjid Bersejarah di Madinah

Proyek pengembangan masjid bersejarah di Madinah dimulai Arab Saudi.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Masjid Quba di Madinah
Foto: Saudi Gazette
Masjid Quba di Madinah

IHRAM.CO.ID,RIYADH — Sejumlah masjid di Madinah masuk dalam proyek Pangeran Mohammed Bin Salman untuk mengembangkan Masjid Bersejarah dalam tahap kedua. Seperti dilansir Saudi Gazette pada Selasa (30/8/2022) Proyek ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melindungi masjid-masjid dan mengembalikannya ke bentuk terdekat dari status aslinya, selain mempertahankan karakteristik fungsionalnya dan mengembalikan keindahan lamanya. 

Masjid-masjid bersejarah di wilayah Madinah mendapatkan arti penting dari kedekatannya dengan Al Sira Al Nabawiyah (biografi Nabi) dan beberapa situs yang terkait dengan era Islam, seperti kegubernuran Al Ula yang menampung beberapa situs arkeologi.

Baca Juga

Di antara Masjid Madinah yang menjadi target utama proyek tersebut adalah Masjid Bani Haram yang hanya berjarak 1,68 kilometer dari Masjid Nabawi, dan merupakan masjid tempat Nabi Muhammad SAW berdoa di lokasinya. Proyek pembangunan tersebut berupaya menyamai perubahan masjid antara era lama dan baru, di mana luas masjid sebelum direnovasi mencapai 266,42 meter persegi, yang akan bertambah 10 meter persegi setelah direnovasi dengan total kapasitas 172 jamaah.

Di sebelah Kastil Bersejarah Mousa Bin Nusair antara AlUla dan Hajrah, proyek ini juga mencakup Masjid Al-Itham, yang juga berasal dari era Nabi Muhammad, yang mengidentifikasi arah Al Kiblat dengan tulang saat dalam perjalanan ke Ekspedisi Tabuk pada tahun kesembilan Hijriah.

Luas masjid ini mencapai 773,34 meter persegi dan dapat menampung 580 jamaah setelah ditinggalkan. Di tengah kota Kheif Al Huzami di Wadi Al Safra, yang tergabung dengan Kegubernuran Badr di Wilayah Madinah, Masjid Kheif Al Huzami, juga dikenal sebagai Masjid Pangeran Radwan, juga akan mengalami beberapa pembangunan. Masjid ini dibangun oleh menteri haji Mesir Radwan Al-Faqari pada pertengahan abad ke-11 Hijriah, dan total luasnya akan meningkat dari 527,94 meter persegi menjadi 603,35 meter persegi setelah renovasi dan kapasitasnya akan meningkat dari 150 menjadi 180 jemaah.

Proyek ini juga akan menuju 102 kilometer ke bagian timur laut Madinah ke Masjid Kastil bersejarah, juga dikenal sebagai Masjid Hamad Bin Samihah setelah penguasa kota. Masjid ini berdiri sejak lebih dari 100 tahun dan menjadi penting karena terletak di pusat lingkungan Kastil bersejarah di kota Al-Hanakieh.

Luas area pra renovasi masjid ini mencapai 181,75 meter persegi yang akan ditingkatkan menjadi 263,55 meter persegi dengan kapasitas 171 jamaah setelah masjid direnovasi.

Sebanyak 30 masjid akan dimasukkan dalam tahap kedua Proyek Pangeran Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah yang mencakup seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi. Masjid-masjid ini akan dikembangkan sesuai dengan mekanisme modern yang menjamin kualitas material dan desain arsitektur yang baik setelah melakukan penilaian yang akurat tentang sejarah, karakteristik dan fitur dari setiap masjid. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement