KJRI Jeddah: Visa Umroh Tetap Gunakan Skema B to B

Kamis , 22 Sep 2022, 13:19 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Muhammad Hafil
KJRI Jeddah: Visa Umroh Tetap Gunakan Skema B to B. Foto: Pertemuan KJRI Jeddah dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi di Jeddah, 20 September 2022
KJRI Jeddah: Visa Umroh Tetap Gunakan Skema B to B. Foto: Pertemuan KJRI Jeddah dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi di Jeddah, 20 September 2022

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Nasrullah Jasam, mengatakan, proses penerbitan visa umroh jamaah Indonesia masih menggunakan skema Business to Business (B to B).

 

Terkait

Baca Juga

Nasrullah mengatakan pihaknya sudah memastikan hal itu dalam pertemuan dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi di Jeddah, 20 September 2022. Hadir dalam pertemuan itu, Deputi Kementerian Haji dan Umrah Bidang Umrah Abdul Aziz Wazzan, Direktur Administrasi Layanan Jemaah Umrah Misy’al, Administrasi Layanan Jemaah Umrah Samiah, Kepala Kantor Deputi Kementerian Haji dan Umrah Bidang Umrah Aiman. Dari Kantor Urusan Haji, hadir Pembantu Staf Teknis Haji 2 (PSTH 2) Muhammad Luthfi Makki dan Sekretariat Teknis Urusan Haji Asmoni Abdurrahman.

"Kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait dengan penerbitan visa umroh bagi jamaah umrah dari Indonesia masih tetap B to B," kata Nasrullah melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Kamis (22/9/2022).

Ia mengatakan, seluruh jamaah umrah harus sudah divaksin Covid-19 sebanyak dua kali sebelum masuk ke Arab Saudi.

Dijelaskan Nasrullah, penggunaan aplikasi tawakalna dan etamarna masih diberlakukan bagi jamaah yang akan melaksanakan umrah dan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.

"Masa berlaku visa umroh selama 90 hari, dan dapat digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah di Arab Saudi dengan pengawasan dari Muassasah atau Syarikah Arab Saudi yang mengeluarkan visa," jelasnya.

Terkait guide atau pemandu jamaah umroh, Nasrullah mengatakan bahwa itu dianjurkan menggunakan jasa orang Arab Saudi yang sudah berpengalaman. Pemandu bisa juga menggunakan jasa warga Indonesia yang langsung menyertai jamaah sejak dari Indonesia.

"Tidak dibenarkan menggunakan jasa mukimin Arab Saudi yang status pekerjaannya bukan sebagai guide," ujarnya.

Nasrullah mengatakan, Teknis Urusan Haji telah meminta kepada Kementerian Haji dan Umroh agar mengimbau Muassasah atau Sayarikah Arab Saudi dan penyelenggara ibadah umrah agar mengatur pergerakan jamaah dari hotel ke bandara pada saat kepulangan. Pergerakan jamaah agar memperhatikan rentang waktu yang wajar dengan jadwal penerbangan.

"Kami minta agar penyelenggara umrah menertibkan jemaahnya saat transit di kota Jeddah agar tidak berkerumun di pinggir pertokoan Corniche Balad dan tidak mengganggu ketertiban umum," ujarnya.

Nasrullah mengatakan, Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi siap memberikan informasi berkala kepada Teknis Urusan Haji jika dibutuhkan terkait statistik dan pergerakan jamaah umroh dari Indonesia dan dari negara-negara lainnya selama berada di Arab Saudi.

Lebih 200 ribu jamaah umroh dari Indonesia sudah datang ke Arab Saudi dalam rentang Agustus sampai September 2022. Tahun ini, pemerintah Indonesia menargetkan ada sekitar 1,5 juta sampai dengan 2 juta jamaah.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini