Jumat 25 Nov 2022 18:30 WIB

Kemenag Siapkan Peta Pengawasan Obat dan Makanan Jamaah Haji

Bersama BPOM, Kemenag akan siapkan peta pengawasan obat dan makanan jamaah haji

Gedung Kemenag
Foto: dok. Republika
Gedung Kemenag

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama tengah mempersiapkan peta jalan di bidang pengawasan obat dan makanan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Penting bagi kita untuk merancang betul peta jalan kerja sama dan keterlibatan BPOM dalam ekosistem haji Indonesia. Peta jalan ini saya kira belum muncul sampai sekarang," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga

Hilman mengatakan besarnya anggaran konsumsi jamaah pada setiap penyelenggaraan haji seharusnya menjadi perhatian bersama dalam rangka penguatan ekosistem haji serta umrah.

Menurut dia, anggaran untuk konsumsi jamaah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi mencapai 30 hingga 35 persen. Besarnya angka tersebut membuat Kemenag berupaya untuk mendorong agar pengusaha Indonesia dapat terlibat masuk dalam ekosistem tersebut.

"Concern kita di sana. Terkait hal ini adalah pembelanjaan barang-barang dari dalam negeri. Ini perlu menjadi perhatian bersama bagaimana kita bisa mendorong pengusaha UMKM dan pengusaha Indonesia umumnya untuk bisa terlibat di sana," kata Hilman.

Dalam memperkuat ekosistem tersebut, kata Hilman, pihaknya sudah membangun MoU dengan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia).

"Termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan berbagai perusahaan, baik dalam maupun luar negeri," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BPOM Rita Mahyona mengapresiasi langkah Kemenag yang mengikutsertakan BPOM terkait pengawasan obat dan makanan untuk penyelenggaraan ibadah haji.

"Kami juga telah melakukan pertemuan dengan Kemenkes dan Kemenag untuk membahas bagaimana teknis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan haji, hingga setelah penyelenggaraan haji, agar kami bisa berkontribusi terkait obat dan makanan jamaah di Arab Saudi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement