Hunian Nyaman di Dunia Islam

Ahad , 04 Dec 2022, 05:16 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Infografis Shibam
Infografis Shibam

IHRAM.CO.ID, Kediaman yang nyaman menjadi harapan setiap insan, bahkan sejak berabad-abad silam. Masyarakat terdahulu senantiasa membangun dan menata tempat tinggalnya secara cermat. Umat Muslim menerapkan berbagai konsep dan teknik demi mewujudkan sebuah hunian ideal.

 

Terkait

Wujud tempat tinggal pada abad pertengahan memiliki banyak ragam, di antaranya yang berbentuk tenda, rumah batu bata, rumah satu tingkat, gedung, maupun istana. Dalam buku Daily Life in the Medieval Islamic World, James E Lindsey menulis, jenis hunian dipengaruhi oleh kondisi lingkungan setempat.

Baca Juga

Tenda mendominasi kediaman masyarakat Muslim yang tinggal di wilayah gurun di Arab, Suriah, Irak, Iran, hingga Afrika Utara. Kebanyakan warga di sana merupakan kelompok pengembara atau nomaden. Tenda dapat terbuat dari bahan kulit binatang, wol, dan kain.

Di dalam tenda, mereka tinggal dan berteduh dari cuaca panas dan dingin, serta melakukan berbagai aktivitas. Kaum nomaden bisa dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Biasanya, perangkat tenda dibawa menggunakan hewan tunggangan, semisal unta, kuda, atau keledai.

Sementara di kawasan permukiman atau oase, tempat tinggal yang dibangun dari bahan bata lumpur menjadi pilihan. Ini dikarenakan sulitnya menemukan kayu atau batu sebagai bahan utama. Contoh rumah jenis ini dapat ditemukan di wilayah Makkah mulai dari zaman Rasulullah SAW.

Adapun di kawasan dataran tinggi seperti di Yaman, masyarakat di desa dan kota membangun hunian berlantai dua. Tempat tinggal tersebut dibangun memakai bahan batu bata yang memang banyak terdapat di sana.

Kota besar, semisal Baghdad, Damaskus, maupun Kairo, dipadati perumahan yang terbuat dari aneka material, seperti kayu, batu, dan batu bata. Bahan baku itu mudah didapatkan karena dijual secara bebas. Di samping itu, membangun rumah memakai bahan-bahan tadi dianggap lebih tahan lama dan kuat.

sumber : Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini