Rabu 04 Jan 2023 16:47 WIB

2.000 Lebih Warga Arab Saudi Gelapkan Listrik dari Meteran Masjid

Pelanggaran di masjid Arab Saudi terus dipantau.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
2.000 Lebih Warga Arab Saudi Gelapkan Listrik dari Meteran Masjid
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
2.000 Lebih Warga Arab Saudi Gelapkan Listrik dari Meteran Masjid

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Urusan Islam Arab Saudi mengumumkan adanya 2.526 pelanggaran layanan listrik dan air masjid di berbagai wilayah Arab Saudi. Operasi pemantauan kementerian ini diwakili oleh Departemen Perlindungan Fasilitas Masjid.

Pemantauan tersebut, seperti dilansir Saudi Gazette, Rabu (4/1/2023), telah berkontribusi untuk mengontrol pelanggaran dan mengirimkannya ke otoritas yang kompeten untuk memaksa agresor membayar biaya dan kompensasi secara surut sesuai dengan peraturan.

Baca Juga

Kementerian Urusan Islam Saudi juga menegaskan mereka melakukan perawatan rumah-rumah Allah secara khusus, selain mendapat perhatian langsung dari Menteri Sheikh Abdul Latif Bin Abdulaziz Al-Sheikh. Pemantauan Kementerian tersebut dilakukan sebagai akibat dari pelanggaran masjid terhadap layanan dan properti yang dilakukan oleh mereka yang tidak menghormati rumah Allah.

Beberapa orang menggunakan properti masjid untuk keuntungan mereka sendiri. Mereka juga menggelapkan listrik dan air dari meteran masjid dengan menarik kabel listrik dan pipa air kemudian menghubungkannya ke pertanian dan rumah-rumah mereka sendiri, serta pom bensin, toko, dan lainnya.

 

Menteri Sheikh Abdul Latif telah mengeluarkan arahan kepada pejabat di kementerian dan direktur cabang di seluruh wilayah Arab Saudi untuk terus memantau pelanggaran di masjid dan menyerahkan kepadanya laporan mingguan untuk memperhitungkan setiap orang yang mencoba melanggar.

Selain itu, Kementerian juga menerima semua laporan dari warga dan penduduk jika mereka menemukan setiap pelanggaran masjid, fasilitas dan layanan mereka di nomor terpadu Kementerian, yaitu 1933.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement