REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH - Keputusan Pemerintah Arab Saudi mengurangi jumlah jamaah haji domestik sebesar 50 persen dan kuota jamaah asing sebesar 20 persen tahun ini memaksa pemilik penyewaan tempat tinggal haji menaikkan harga sewa. Hal ini dilakukan agar mereka tidak merugi.
Ketua Komite Nasional Haji dan Umrah Saad Al-Qurashi mengatakan, pengurangan kuota berdampak negatif bagi pendapatan perusahaan penyedia layanan haji. “Perusahaan-perusahaan tersebut baru diberitahu soal pemotongan kuota Juni lalu,” ujarnya, seperti dikutip Arab News, Kamis (26/9).
Dia mengatakan, Kementerian Haji telah selesai membagikan tenda di Mina kepada penyedia layanan haji. Satu tenda bervariasi antara 1.500-7.500 riyal Saudi tergantung jaraknya ke Jamrat.
Perusahaan mematok harga antara 7.000 - 20 ribu riyal Saudi tergantung pada pelayanan yang mereka berikan. Sedangkan, biaya hotel atau apartemen beserta perabotannya dekat Masjidil Haram turun dari 2.800 menjadi 500 riyal Saudi.
Perusahaan haji juga telah menutup sekitar 400 kantor cabang mereka di berbagai wilayah. Ribuan pekerja juga harus rela kehilangan pekerjaan. Qurashi membantah laporan media yang menyebutkan tentang dibatalkannya penerbangan haji. “Seluruh penerbangan domestik telah dipesan untuk haji,” kata dia.
Ia menyebut terjadi penurunan besar jumlah jamaah haji yang dialokasikan bagi perusahaan layanan haji. Sebuah perusahaan yang biasanya melayani 2.000 jamaah tahun lalu, kini hanya melayani 700 orang.




