Rabu 02 Oct 2013 14:17 WIB

Pemilik Pemondokan di Tanah Suci Suka Usil Mainkan Harga

Rep: Hannan Putra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Pemondokan Jamaah Haji Indonesia
Foto: Republika/Subarkah
Pemondokan Jamaah Haji Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingginya animo Umat Islam untuk berziarah ke Makkah dan Madinah membuat pemilik pemondokan di Makkah dan Madinah sering berulah dengan memainkan harga.

Harga yang melambung tinggi terpaksa diambil juga. Mau ditempatkan dimana lagi jamaah haji selain di pemondokan yang mereka sewakan itu.

Usulan dari Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama M Jasin untuk membentuk asosiasi antar negara penyumbang jamaah haji terbesar setidaknya bisa mengantisipasi pemilik pemondokan nakal.

Dengan adanya asosiasi, negara-negara tersebut bisa menyatukan visi dan menyeragamkan harga. Mereka bisa mempunyai nilai tawar yang sama kepada penyewa pemondokan. Dengan demikian, pihak pemondokan tidak lagi bisa mengatakan, "Berani berapa?"

Menurut Jasin, dengan adanya kesepakatan menyamakan harga tawar tersebut, diharapkan dapat pula menentukan spesifikasi kualitas pemondokan yang akan ditempati jamaah. Usulan tersebut hendaknya segera mulai diterapkan tahun 1435 H mendatang.

Sehingga Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar memiliki kekuatan 'bergaining power' yang kuat untuk melakukan negosiasi dengan pemilik pemondokan. Sudah saatnya negara-negara muslim yang mempunyai jamaah haji terbanyak berunding dan menyepakati hal itu, demikian seperti dikutip dari tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (28/9).

"Itu adalah salah satu solusi untuk peningkatan pelayanan jamaah haji. Tak dapat dipungkiri, soal pemondokan jamaah haji ada aspek bisnisnya juga. Selama ini kita sering dipermainkan," jelas anggota Komite Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Syamsul Ma'arif.

"Dengan adanya asosiasi itu, konsumen (penyewa pemondokan) mempunyai visi yang sama. Sehingga produsen (pemilik pemondokan) minimal tidak mempermainkan harga," tambahnya.

Saat ini, pemondokan jamaah haji letaknya masih sangat jauh dari Masjidil Haram. Jaraknya sekitar 1 km hingga 2,7 km jauhnya. Selain disebabkan faktor harga, pemugaran dan perluasan Masjidil Haram sendiri juga menjadi faktor yang memperjauh pemondokan dan Masjidil Haram. Semakin dekat dengan Masjidil Haram, tentu harga sewa akan semakin mahal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement