REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Komisi VIII DPR RI, akan memperjuangkan ke pemerintah agar biaya ongkos haji bisa turun hingga 600 dolar. Menurut Ketua Panja BPIH Komisi VIII DPR RI, Sodik Mujahid, angka tersebut diperoleh dari hasil hitungan Panja.
‘’Jadi hitungan kami dan Anggito (anggito abimanyu, red) bisa turun 600 dolar. Ini akan terus negosiasi kami dengan pemerintah. Akan diperjuangkan terus,’’ ujar Sodik kepada wartawan di sela-sela acara Reses menyerap aspirasi dari guru yang tergabung dengan PGRI Kota Bandung, Selasa (3/3).
Sodik menjelaskan, rincian hitungan penurunan biaya hingga 600 dolar tersebut diperoleh dari penurunan avtur sebagai bagian dari pesawat, efisiensi petugas haji, dan efisiensi katering. Semua sektor yang membutuhkan dana terbesar, harus diefisienkan. Termasuk, biaya pondokan dan pengeluaran yang kecil seperti, manasik haji dan buku.
‘’Pokoknya bisa ditekan 600 dolar Ini, angka usulan dari Panja BPIH DPR . Tapi harus adu argument dengan Kemenag nantinya,’’ katanya.
Sodik mengaku, hitungan penurunan biaya haji 600 dolar ini baru ketua dan tenaga ahli saja yang tahu. Karena, belum disampaikan ke anggota Panja yang lain.
Menurut Sodik, pada 13 Maret ini Panja akan ke Saudi Arabia untuk melakukan investigasi. Ini dilakukan, untuk memperkuat argumentasi sebagai bahan saat rapat Panja dengan Kemenag.
Panja BPIH yang telah dibentuk, kata dia, akan melakukan investigasi terhadap kontrak- kontrak kerja akomodasi haji. Di antaranya, kontrak penerbangan (pesawat), kontrak pemondokan, catering, transportasi darat di Saudi, biaya manasik haji sampai kain seragam batik.
"Itu akan kami pelajari dan evaluasi, karena sebetulnya biaya ibadah haji bisa diturunkan,'' ujar Sodik.




