Sabtu 26 Sep 2015 14:14 WIB
Insiden Mina

Asumsi yang Salah Saat lempar Jumrah

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Indah Wulandari
 Seorang jamaah haji melempar jumrah, yakni melempar batu pada pilar yang melambangkan setan di Mina dekat kota suci Makkah, Jumat (26/10). (Hassan Ammar/AP)
Seorang jamaah haji melempar jumrah, yakni melempar batu pada pilar yang melambangkan setan di Mina dekat kota suci Makkah, Jumat (26/10). (Hassan Ammar/AP)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Rabithah Haji Indonesia Ade Marfuddin mencermati bahwa  jamaah haji memiliki kecenderungan melempar jumrah harus pada waktu yang afdol. Kalau tidak pada waktu yang dinilai afdol mereka merasa tak puas.

"Jamaah haji dari negara manapun selalu mengejar waktu afdol untuk melempar jumrah. Yakni pada pukul 12.00 siang, mereka memburu itu," katanya,  Sabtu (26/9).

Selain itu, terang dia, kalau jamaah melempar jumrah tapi tidak kena tembok yang dilempar mereka juga merasa tak puas. Padahal walaupun tak kena tembok, lemparan mereka sudah sah.

Makanya, ujar Ade, para jamaah haji harus memahami kondisi lapangan. "Untuk apa mengejar waktu afdol kalau akhirnya hanya terinjak-injak disana."

Lebih baik, kata dia, mencari waktu yang aman untuk melempar jumrah. Hindari waktu yang padat dan taati jadwal yang dibuat Pemerintah Arab Saudi untuk melempar jumrah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement