REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Insiden Mina, Arab Saudi dinilai sebagai bentuk ketidakmampuan penyelenggara haji mengendalikan jumlah jamaah yang banyak.
"Banyaknya orang yang berhaji, maka juga sangat dibutuhkan manajemen yang lebih baik," kata intelektual muda Nahdlatul Ulama Syafiq Hasyim, Jumat (2/10).
Berdasarkan data yang diperoleh Syafiq, pada 1995 terdapat 1,8 juta orang yang menunaikan ibadah haji. Sedangkan pada 2010 jumlah orang yang berhaji bertambah menjadi 2,7 juta orang.
Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah yang signifikan terkait orang yang berhaji. Jika tidak segera diperbaik,i maka tidak menutup kemungkinan ibadah haji mendatang jatuh korban nyawa yang lebih banyak.
Untuk itu, ia menambahkan, perlu adanya perbaikan manajemen baik bagi masing-masing negara tentang arus kedatangan dan kepulangan jamaah haji maupun dari perihal pengelola, yakni Arab Saudi.
Beberapa persoalan yang perlu dibenahi, yaitu mengenai manajemen keamanan, tempat tinggal jamaah haji, dan manajemen bencana.




