Senin 17 Sep 2018 10:33 WIB

Jadwal Pemulangan Jamaah Makin Padat

Antrean di gerbang pemulangan dan pemeriksaan imigrasi mengular.

Petugas Daker Bandara memayungi jamaah lansia di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.
Foto: Republika/Fitriyan Zamzami
Petugas Daker Bandara memayungi jamaah lansia di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.

Oleh: Fitriyan Zamzami dari Madinah, Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Menjelang fase akhir kepulangan jamaah ke Tanah Air, Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz di Madinah kian padat. Pendorongan jamaah Indonesia juga terpengaruh kepadatan tersebut.

Sejak Sabtu (15/9) hingga Ahad (16/9) rerata per hari 17 hingga 19 kloter jamaah berangkat dari Bandara Madinah ke Tanah Air. Kedatangan dalam jumlah itu masih di sela kepulangan jamaah dari negara lain.

Hal ini mengakibatkan antrean mengular di gerbang pemulangan dan pemeriksaan keimigrasian. Pada Sabtu (15/9) dan Ahad (16/9) siang sejumlah jamaah sempat tertahan di bus karena paviliun-paviliun di Bandara Madinah masih dipenuhi jamaah lain.

“Jamaah harus kita tahan dulu di bus supaya tidak menumpuk di paviliun,” kata pelaksana tugas Sektor 1 Daker Bandara Endang Maman di Bandara Madinah, Ahad (16/9).

Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat mengiyakan, jadwal kepulangan akan kian padat menjelang kepulangan. “Karena jamaah negara lain di saat bersamaan melakukan pemulangan ke negara masing-masing,” kata Arsyad.

Menurut dia, negara-negara dengan jumlah jamaah besar seperti India, Pakistan, dan Bangladesh juga mulai menggencarkan kepulangan menjelang akhir fase pemulangan jamaah Indonesia. Ia juga mengiyakan, ada kloter yang tertahan di bus karena paviliun penuh dan antrean keimigrasian kian panjang.

Kendati demikian, menurut Arsyad, Daker Bandara tak akan menambah tenaga pelayanan dari PPIH Arab Saudi. Hal ini karena di Bandara Madinah banyak tugas yang sudah dikerjakan berbagai pihak terkait.

Penurunan barang-barang jamaah dari bus, misalnya, sudah dilakukan pekerja kasar dari wukala. Sementara di paviliun, pengarahan dan pemilahan barang jamaah dilakukan oleh pihak maskapai baik dari Saudia Airlines maupun Garuda Indonesia.

Sementara pengantaran jamaah lanjut usia dan sakit dari paviliun bisa dimintakan bantuan wukala yang menyediakan mobil golf. Keberadaan petugas Indonesia di pemeriksaan keimigrasian dan pemindaian barang bawaan juga hanya seturut permintaan pihak bandara.

Meski begitu, petugas kesehatan utamanya, harus siap sedia menangani keluhan sakit jamaah maupun pendorongan jamaah sakit yang ditanazulkan. Lebih dari separuh total jamaah haji Indonesia di Tanah Suci telah dipulangkan ke Tanah Air. Hingga Ahad (16/9) tersisa sekurangnya 87 ribu jamaah di Tanah Suci.

Menurut catatan Bagian Data dan Siskohat PPIH Arab Saudi, hingga Ahad (16/9) siang, telah dipulangkan sebanyak 144.220 orang. Jumlah itu terdiri dari 142.450 jamaah dan 1.770 petugas. Mengingat total jamaah haji Indonesia tahun ini yang yang berangkat sekitar 204 ribu, jumlah yang pulang telah melebih separuh total jamaah.

Jumlah jamaah yang pulang pada gelombang pertama melalui Bandara King Abdulaziz sejak 27 Agustus hingga 9 Agustus sebanyak 87.853. Sedangkan yang pulang menyertai gelombang melalui melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah sejak 9 Agustus hingga Jumat (16/9) sebanyak 54.597 jamaah.

Sisa dari jamaah yang belum dipulangkan tersebut akan menjalani sekitar 8 hingga 9 hari di Madinah terlebih dahulu. Setelah itu mereka akan dipulangkan melalui Bandara Madinah. Kepulangan kloter terakhir dijadwalkan pada 25 September nanti.

Baca juga: Saudi Bersiap Sambut 8,5 Juta Jamaah Umrah

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement