Selasa 26 Mar 2019 17:17 WIB

Biaya Umrah Ramadhan Cukup Tinggi

Saat Ramadhan tarif hotel di Makkah dan Madinah naik 2-3 kali lipat.

Rep: Muhammad Riza/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Jamaah Umrah
Foto: Republika/Heri Ruslan
Ilustrasi Jamaah Umrah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Ketua Sapuhi, Syam Resfiadi mengatakan, saat Ramadhan, pemberangkatan umrah justru mengalami penurunan.  "Sebenarnya antusiasme masyarakat untuk umrah di bulan ramadhan cukup besar. Namun terkendala biayanya yang cukup tinggi," kata Syam kepada Republika, Senin Kemarin.

Kemudian, Syam menjelaskan, saat Ramadhan tarif hotel di Makkah dan Madinah mengalami kenaikan hingga 2-3 kali lipat. Selain itu, tiket pesawat saat Ramadhan berubah menjadi tarif musim puncak (peak season).

Baca Juga

"Oleh karena itu, jika menggunakan patokan paket umrah ekonomi seharga Rp.21 juta. Maka saat Ramadhan harganya naik, minimal menjadi Rp.28 juta," kata Syam.

Selanjutnya, ia juga mengatakan, jika menggunakan paket yang lebih mahal, harga normalnya sekitar Rp.30 juta. Pada saat Ramadhan, harganya bisa mencapai Rp.40 juta.

Oleh karena itu, pemberangkatan umrah di bulan Ramadhan cenderung turun. Pria yang sekaligus merupakan Direktur Utama PT Patuna Mekar Jaya mengatakan, Patuna dalam bulan Ramadhan biasanya memberangkatkan umrah sebanyak 2-4 kali saja.

"Padahal di bulan yang lain, rata-rata kami memberangkatkan dua kali dalam satu minggu," tutur Syam.

Antusiasme masyarakat untuk umrah di bulan Ramadhan cukup tinggi. Berdasarkan salah satu hadis Rasulullah, dijelaskan bahwa pahala umrah pada bulan Ramadhan sama dengan melaksanakan ibadah haji.

Di sisi lain, Ramadhan adalah bulan istimewa. Di dalamnya, ibadah seorang muslim diganjar dengan pahala yang berlipat. Termasuk pula, pada bulan Ramadhan terdapat salah satu malam yang bernilai seribu bulan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement