Senin 08 Apr 2019 15:24 WIB

Begini Strategi Kemenag Realisasikan Biometrik Kelar April

Kemenag menargetkan biometrik selesa April ini.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
 Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag, Nasrullah Jasam.
Foto: Nashih Republika
Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag, Nasrullah Jasam.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama menargetkan perekaman biometrik calon jamaah haji Indonesia selesai pada akhir April. 

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag, Nasrullah Jasam, mengatakan pada pekan pertama awal April pihaknya mencatat telah ada 70 ribu jamaah yang melakukan perekaman biometrik. 

Kendati demikian jumlah itu masih 30 persen dari total calon jamaah haji Indonesia yang bakal berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji untuk tahun ini yakni sebanyak 204 ribu jamaah.  

“Sampai 4 April sudah 70 ribu, jadi masih 30 persen kita fokus di Pulau Jawa dulu,” kata Nasrullah kepada Republika.co.id, Senin (8/4).  

 

Menurut Nasrullah penyelesaian perekaman biometrik saat ini difokuskan selesai di pulau Jawa terlebih dulu. Sebab jumlah calhaj yang akan berangkat dari Pulau Jawa mencapai 130 ribuan. 

Sementara itu dia menjelaskan nantinya akan dilakukan rotasi alat dari daerah-daerah yang sudah selesai melakukan perekaman biometrik pada daerah-daerah yang belum. Hal itu dilakukan sebagai solusi mempercepat perekaman biometrik diseluruh daerah.  

“Sekarang strategi yang kita pikirkan itu untuk daerah-daerah yang tak memiliki Kantor Tasheel,  mungkin ada rotasi alat dari daerah yang sudah selesai,” kata Nasrullah.  

Nasrullah mengatakan perekaman biometrik ditargetkan sudah selesai pada akhir April. Sementara itu terkait wacana pengadaan biometrik mobile masih dalam pertimbangan. Lantaran pihak vendor yakni VFS Tasheel harus memperoleh izin terlebih dahulu dari Pemerintah Arab Saudi.

Sementara terkait perlengkapan dokumen calhaj, Nasrullah mengatakan hingga saat ini sudah 90 persen paspor jamaah sudah selesai.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement