Kamis 08 Aug 2019 11:13 WIB

Saudi Siapkan Inovasi Baru Layanan Haji

Ada delapan proyek yang disiapkan guna memperkuat layanan haji.

Rep: Kiki Sakinag/ Red: Agung Sasongko
Haji
Haji

IHRAM.CO.ID,MAKKAH -- Pemerintah Arab Saudi meluncurkan sejumlah inisiatif dan peningkatan layanan yang dirancang untuk meningkatkan dan memperkaya pengalaman jamaah haji. Peluncuran yang digelar pada Selasa (6/8) waktu setempat meresmikan delapan proyek. Proyek layanan haji dan umrah yang baru itu diresmikan oleh Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr. Mohammed Salih Bentin dan wakilnya Dr. Abdul Fattah Mashat.

Dilansir di Arab News, Kamis (8/8), delapan proyek yang dibuka itu mencakup platform haji cerdas, inisiatif pengawasan layanan untuk memperbaiki pemondokan dengan menambahkan ruang tambahan dan mengatur perjalanan bus.

Selanjutnya, ada program pengelompokan yang menggunakan sistem elektronik untuk mengelola dan memantau jamaah, proyek untuk meningkatkan kapasitas tempat, salah satunya di Mina di mana tempat di sana telah dibersihkan untuk menampung tenda-tenda yang lengkap. Selain itu, adapula inisiatif untuk meningkatkan layanan makanan dan memperluas penyediaan makanan siap saji di tempat-tempat suci.

Sementara itu, Saudi juga mengembangkan inisiatif "Jadilah Asisten", yang mendorong orang-orang untuk menjadi sukarelawan guna membantu jamaah. Saudi juga mengembangkan sistem elektronik untuk mengukur kesiapan tempat-tempat suci untuk menyambut dan melayani jamaah.

Selain itu, adapula program "jamaah tanpa tas". Program ini akan membuat jamaah lebih mudah lantaran barang-barang mereka diangkut dari tempat akomodasi mereka menuju terminal haji di Bandara Internasional King Abdul Aziz. 

Bentin mengatakan, di bawah kepemimpinan Raja Salman dan putra Mahkota Mohammed bin Salman, Saudi mengalami kemajuan besar di banyak bidang. Hal itu sesuai dengan rencana transformasi nasional dari Visi 2030. 

Pada kesempatan itu, Benten menyoroti soal platform haji cerdas. Platform ini menawarkan berbagai layanan canggih untuk membantu jamaah. Termasuk, proses aplikasi visa elektronik daring yang membuat jamaah tidak perlu mendatangi kedutaan. Platform ini juga mencakup kartu "Haji Cerdas", yang menyimpan informasi pribadi, medis, dan pemondokan jamaah. Platform ini dapat dengan mudah dibaca menggunakan pemindai elektronik. Kartu ini juga menggunakan komunikasi jarak dekat untuk memberikan bantuan kepada jamaah yang tersesat, serta mengawasi masuk dan keluarunya jamaah ke tenda-tenda haji. 

Sementara itu, Benten menambahkan bahwa Kartu Bank Haji dikeluarkan oleh bank lokal. Sehingga, jamaah dapat menyetor uang ketika mereka tiba di Kerajaan. Kartu ini akan diterima oleh semua pedagang lokal, dan membantu mencegah hilangnya uang atau dicuri. 

Di situs-situs suci, pemerintah Saudi menerapkan teknologi internet, yang terdiri dari enam stasiun pemancar dan 350 tempat sensor di seluruh Mina dan di jembatan Jamrat. Jaringan ini akan mengumpulkan dan menganalisis data tentang kepadatan dan pergerakan jamaah. Pergerakan dan kepadatan jamaah juga akan dipantau oleh jaringan kamera definisi-tinggi. Data tersebut dikumpulkan oleh sistem itu dan akan dinalisis di pusat pemantauan khusus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement