Senin 19 Aug 2019 20:22 WIB

Saudi Selidiki Kesalahan Terjemah Anthrax di Tas Kerikil

Kesalahan terjemah terdapat pada tas kerikil lempar jumrah.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah
Jamaah haji mengumpulkan kerikil untuk digunakan jumrah saat mabit di Musdalifah, Senin (20/8) malam
Foto: Zohra Bensemra/Reuters
Jamaah haji mengumpulkan kerikil untuk digunakan jumrah saat mabit di Musdalifah, Senin (20/8) malam

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah membuka penyelidikan terkait terjemahan yang keliru dari 'kerikil-kerikil' yang digunakan jamaah untuk melempar jumlah di Jamarat. 

Harian Arab Okaz pada Ahad (18/8) melaporkan bahwa kerikil-kerikil itu diterjemahkan sebagai "anthrax' dalam bahasa Inggris, yang bermakna antraks (penyakit menular pada ternak yang disebabkan oleh kuman Bacillus anthracis, dapat juga menyerang manusia, dengan menimbulkan bisul bernanah). Terjemahan yang salah itu dengan jelas tertulis di tas-tas yang berisikan kerikil yang dibawa jamaah. 

Baca Juga

Dilansir di Saudi Gazette, Senin (19/8), kerikil-kerikil tersebut dikumpulkan dari Mudzdalifah oleh kontraktor khusus yang memberikannya kepada jamaah untuk melempar jumrah. Kerikil-kerikil itu telah dibersihkan dan dimurnikan sebelum dimasukkan ke dalam kantong. 

Pemerintah Saudi mengatakan, penyelidikan tengah dilakukan terhadap kontraktor dan penerjemah tersebut sejak 10 Agustus 2019 lalu. Sebelum akhirnya, mereka diserahkan kepada pihak berwenang terkait yang akan mengambil tindakan disipliner terhadap mereka.   

Dikatakan, bahwa versi bahasa Arab di tas tersebut benar. Namun dalam versi bahasa Inggrisnya, tas kerikil Jamarat itu ditulis "Anthrax Gravel Bag", yang berarti "Tas Kerikil Antraks".

Kesalahan dalam terjemahan ditemukan oleh pengkhutbah terkenal Amerika Yusuf Estes. Dia diundang Kementerian Haji dan Umrah Saudi untuk menyampaikan ceramah pada sesi Simposium Haji tahunan ke-44. Sang ulama merekam klip video yang menunjukkan tas yang memuat terjemahan yang salah tersebut.

Dia memperingatkan dampak serius dari terjemahan yang salah, yang jelas merupakan terjemahan Google. "Google tidak salah. Google menyediakan sejumlah terjemahan untuk dipilih penjelajah web," kata Estes. 

Dia juga mengatakan, jamaah yang membawa tas-tas tersebut mungkin menghadapi masalah ketika mereka tiba di bandara negara asal mereka dalam kepulangan haji. Estes terkejut dari mana penerjemah mendapatkan terjemahan yang keliru itu, karena menurutnya bahasa Arab yang ditulis sudah benar. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement