Kabinet Arab Saudi Setuju Pembangunan Kompleks Bahasa Arab

Kamis , 03 Sep 2020, 09:39 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Ani Nursalikah
Kabinet Arab Saudi Setuju Pembangunan Kompleks Bahasa Arab. Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud
Kabinet Arab Saudi Setuju Pembangunan Kompleks Bahasa Arab. Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Kabinet Arab Saudi menyetujui rencana pembangunan kompleks internasional Raja Salman untuk Bahasa Arab. Kompleks bahasa itu merupakan bagian dari inisiatif kerajaan Arab Saudi untuk mempromosikan bahasa Arab.

 

Terkait

Seperti dilansir Arab News, Kamis (3/9) Kompleks tersebut rencananya akan menjadi tempat untuk publikasi hingga kegiatan penelitian, menyelenggarakan acara dan konferensi, pusat pengajaran bahasa Arab, pengenalan sistem pengujian bahasa Arab yang komprehensif serta sosialisasi media. Kompleks bahasa itu juga akan menargetkan akademisi yang mempunyai spesialisasi dalam bidang seni, politik, teknologi, pendidikan, pembuat konten serta yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa kedua.  

Baca Juga

Menurut Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan, kompleks itu akan menjadi tempat belajar bahasa Arab dan Alquran bagi komunitas global. Diketahui ada 1,8 miliar Muslim di dunia yang membaca Alquran dan memahami fonetik bahasa Arab.

Sementara dengan sekitar 422 juta penutur, bahasa Arab menjadi bahasa kelima yang paling banyak digunakan di dunia. Sedikitnya ada 26 negara yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resminya di mana 18 negara di antaranya menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa pertama. 

 

 

Proyek komplek bahasa ini bertujuan untuk mendorong kembali peran bahasa Arab baik regional maupun global. Seeta untuk meningkatkan identitas budaya Arab hingga penelitian linguistik. Profesor retorika dan kritik sastra Universitas Imam Muhammad bin Saud yaini Omar Al Mahmoud mengatakan proyek itu akan membantu memperluas jangkauan bahasa Arab di seluruh dunia Muslim. "Ini salah satu alat komunikasi dan pemilih hubungan yang sangat penting antara Muslim," kata Al Mahmoud

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini