Rabu 17 Feb 2021 19:36 WIB

Inggris Desak Gencatan Senjata Zona Konflik Demi Vaksinasi

Menangani akses vaksin di zona konflik harus menjadi kepentingan semua negara.

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih
Tempat pengungsian warga terdampak konflik di Timur Tengah
Foto: VOA/AFP
Tempat pengungsian warga terdampak konflik di Timur Tengah

IHRAM.CO.ID, LONDON — Inggris mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menyetujui resolusi yang menyerukan gencatan senjata di zona konflik di seluruh dunia. Dengan adanya gencatan senjata diharapkan bisa memungkinkan orang-orang di sana, khususnya mereka yang dianggap rentan mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab meminta agar gencatan senjata di seluruh dunia dirundingkan segera. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Inggris mendukung penuh terhadap akses yang adil terhadap vaksinasi.

Baca Juga

“Cakupan vaksinasi global sangat penting untuk melawan virus corona jenis baru (COVID-19) menjangkau orang yang tinggal di zona konflik dan upaya tim global lebih besar untuk memberi akses yang adil,” ujar Raab dalam sebuah pernyataan, dilansir Sputnik, Rabu (17/2).

Raab memiliki kewajiban moral untuk bertindak dan kebutuhan strategis untuk bersama mengalahkan COVID-19. Ia juga memperingatkan anggota bahwa membiarkan virus menyebar di daerah tanpa kampanye vaksinasi sama dengan membiarkan risiko yang lebih besar dari penyakit wabah, termasuk varian baru.

Perwakilan Inggris untuk PBB, Barbara Woodward mengatakan bahwa menangani akses vaksin di zona konflik harus menjadi kepentingan semua negara karena kondisi akan aman hingga semuanya aman.

“Rencana kami di Dewan Keamanan PBB bertujuan untuk memberikan efek praktis pada ambisi itu, untuk menyetujui cara mengirimkan vaksin dari laboratorium ke tangan orang-orang di beberapa bagian dunia yang paling sulit dijangkau, mereka yang terkena dampak konflik,” kata Woodward.

Woodward mengatakan bahwa lebih dari 160 juta orang di seluruh dunia berisiko tidak mendapatkan vaksinasi COVID-19 karena ketidakstabilan dan konflik. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata untuk melakukan vaksinasi telah digunakan di masa lalu,seperti di Afghanistan, di mana jeda dua hari dalam pertempuran pada 2001 memberi kesempatan hingga 35.000 pekerja kesehatan dan sukarelawan kesempatan untuk memberi vaksinasi polio terhadap 5,7 juta anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement