Rabu 01 Sep 2021 12:00 WIB

Media AS: Ditawari Taliban Jaga Keamanan Kabul, AS Menolak

AS memilih meninggalkan Afghanistan sebelum tenggat waktu 31 Agustus.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Agung Sasongko
Pejuang Taliban tiba di Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa, 31 Agustus 2021. Taliban menguasai penuh bandara Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS terakhir meninggalkan landasan pacu, menandai akhir dari perang terpanjang Amerika.
Foto: AP/Khwaja Tawfiq Sediqi
Pejuang Taliban tiba di Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa, 31 Agustus 2021. Taliban menguasai penuh bandara Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS terakhir meninggalkan landasan pacu, menandai akhir dari perang terpanjang Amerika.

IHRAM.CO.ID, KABUL -- Amerika Serikat (AS) dikabarkan menolak tawaran Taliban untuk menjaga Kabul tetap aman. Laporan The Washington Post, AS memilih meninggalkan Afghanistan sebelum tenggat waktu 31 Agustus.

Menurut sebuah sumber, kekacauan perebutan Kabul konon memicu pertemuan rahasia antara para pemimpin senior militer AS di Doha, termasuk Komandan Jenderal Komando Pusat AS Kenneth F. McKenzie dan kepala sayap politik Taliban Abdul Ghani Barada.

Baca Juga

"Kami punya masalah. Kami punya dua pilihan untuk menghadapinya", kata menurut sumber itu mengutip Barada.

"Anda [militer Amerika Serikat] bertanggung jawab untuk mengamankan Kabul atau Anda harus mengizinkan kami melakukannya," ujarnya.

Kecepatan dan tak terduga perebutan ibu kota Afghanistan ini tampaknya membuat AS rela-rela saja untuk menyerahkan kota itu,  bahkan ketika diberi kesempatan untuk mengamankan Kabul. Keputusan yang dilaporkan dikatakan telah dimotivasi oleh tekad Presiden Joe Biden untuk menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan pada 31 Agustus. Bahkan runtuhnya pemerintah yang didukung barat tidak mengubah pikirannya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement